Jajal Wae Trip Hadirkan Sensasi Pulang Kampung 140 Wisatawan Tinggal Bersama Warga di Lereng Lawu

NGAWI || kolocokronews
– Sebanyak 140 wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia memilih cara berbeda untuk menikmati pesona Kabupaten Ngawi. Alih-alih bermalam di hotel atau penginapan modern, mereka tinggal bersama keluarga warga di Desa Girikerto dan Desa Pandansari, Kecamatan Sine, dalam program wisata berbasis masyarakat bertajuk Jajal Wae Trip.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (29/5) itu mengusung konsep “Pulang Kampung”, menghadirkan pengalaman autentik bagi para peserta untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat pedesaan lengkap dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang masih terjaga.

Peserta datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, Bali, hingga Lombok. Selama berada di desa, mereka tidak sekadar berkunjung, tetapi benar-benar membaur dengan warga dan mengikuti berbagai aktivitas keseharian masyarakat setempat.

Program ini digagas oleh Dreamdelion, sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat yang didirikan oleh pemuda asal Ngawi, Aryo Dwi Harprayudi. Menurut Aryo, kegiatan tersebut telah berjalan sejak tahun 2022 dan terus mendapat sambutan positif dari para wisatawan.

“Sejak dimulai, program ini sudah hampir 20 kali dilaksanakan. Untuk Desa Girikerto, ini merupakan pelaksanaan ke-9, sedangkan di Desa Pandansari menjadi pengalaman perdana,” ungkap Aryo, Sabtu (31/5).

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, peserta diajak menikmati aneka kuliner khas rumahan, menjelajahi kawasan hutan melalui trekking, hingga menikmati panorama perkebunan teh yang membentang di lereng Gunung Lawu. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk memperkenalkan keindahan alam sekaligus kehidupan masyarakat desa secara lebih dekat.

Tidak hanya itu, para wisatawan juga mengikuti sejumlah workshop yang dikelola pelaku UMKM setempat. Melalui kegiatan tersebut, mereka dapat mengenal beragam keterampilan warga, proses produksi usaha lokal, hingga potensi ekonomi yang berkembang di pedesaan.

Untuk memastikan kenyamanan peserta, warga yang menjadi tuan rumah terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai pelayanan tamu dan penyiapan tempat tinggal. Meski demikian, konsep yang diusung tetap mempertahankan nuansa asli kehidupan desa.

“Kami ingin para tamu merasakan pengalaman yang benar-benar autentik. Karena itu makanan maupun fasilitas kamar dibuat sesuai dengan yang biasa digunakan warga sehari-hari,” jelas Aryo.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Jajal Wae Trip menjadi contoh nyata sinergi antara kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta generasi muda dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Ia menilai program semacam ini tidak hanya menawarkan pengalaman berkesan bagi wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan memperluas promosi destinasi wisata Ngawi ke berbagai daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat luar dapat mengenal Ngawi lebih dekat, bukan hanya keindahan wisatanya, tetapi juga kehidupan sosial dan perkembangan ekonomi masyarakatnya,” ujar Ony.

Dengan mengedepankan interaksi langsung antara wisatawan dan warga, Jajal Wae Trip menjadi bukti bahwa wisata tidak selalu tentang destinasi, melainkan juga tentang pengalaman, kebersamaan, dan cerita yang tercipta selama perjalanan.
(Red).

error: Content is protected !!