Pemuda Asal Kasembon Ditemukan Meninggal di Sungai Konto Setelah Tiga Hari Pencarian

MALANG || kolocokronews
– Misteri hilangnya seorang pemuda asal Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap. Muhammad Rizki Lumbar Prasetyo (Rizki), warga RT 03 RW 01 Desa Bayem, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Konto pada Jumat (30/1/2026), setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari oleh tim gabungan.

Peristiwa bermula pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, saat korban berpamitan kepada keluarganya untuk mencari biawak di sekitar Lapangan Bayem. Korban berangkat dengan mengendarai sepeda motor dan membawa senapan angin. Namun hingga sore hari, Rizki tak kunjung kembali ke rumah.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah sekitar pukul 17.30 WIB, sepeda motor milik korban ditemukan terparkir di bawah pohon ceri di sisi selatan Lapangan Bayem. Saat itu, korban tidak berada di lokasi, sehingga keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kapolsek Kasembon AKP Daguk Lasetyo membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut. Ia menyampaikan bahwa Polsek Kasembon bersama Tim Relawan CORRE Indonesia, PMI Kabupaten Malang, perangkat desa, serta warga setempat langsung melakukan upaya pencarian sejak laporan diterima.

“Dalam proses pencarian, petugas menemukan ponsel dan senapan angin milik korban di aliran Sungai Konto. Dari temuan itu, muncul dugaan kuat korban terbawa arus sungai,” ujar AKP Daguk Lasetyo, Kamis (29/1/2026).

Tim gabungan kemudian memfokuskan pencarian dengan menyisir area kebun, hutan, serta aliran Sungai Konto dan sekitarnya. Meski ponsel korban sempat aktif dan berdering saat dihubungi, tidak ada respons dari yang bersangkutan.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga. Komandan Tim Basarnas Malang Raya, Imam Nahrowi, mengatakan korban ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal diduga terjatuh, setelah tim menerima informasi dari seorang penambang pasir yang melihat tanda-tanda keberadaan korban di sungai.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit dan memakan waktu sekitar 45 menit karena derasnya arus sungai serta posisi jenazah yang terjepit di bawah bebatuan. Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Kasembon untuk pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah selanjutnya dimakamkan oleh keluarga. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di tengah kondisi cuaca dan debit air yang tidak menentu.
(Red).

error: Content is protected !!