MALANG || kolocokronews
– Layanan transportasi publik Bus Trans Jatim akan resmi beroperasi di Kota Malang mulai 20 November 2025 mendatang. Menyambut peluncuran tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang membuka rekrutmen pengemudi dengan memberikan prioritas khusus bagi para sopir angkot.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa hadirnya Trans Jatim bukan semata-mata untuk memperluas jaringan transportasi massal, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan bagi sopir angkot di wilayah Malang Raya.
“Kami ingin memastikan kehadiran Trans Jatim tidak mematikan angkutan kota, justru memberdayakan para sopir menjadi bagian dari sistem transportasi modern—baik sebagai pengemudi, montir, maupun operator,” ujar Widjaja, Selasa (11/11/2025).
Pada tahap awal, Dishub menyiapkan tujuh unit bus yang akan melayani rute sepanjang 23 kilometer, menghubungkan Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Landungsari. Setiap bus diperkirakan akan menyerap sekitar lima tenaga kerja yang sebagian besar berasal dari kalangan sopir angkot atau keluarganya.
Rute Trans Jatim melintasi sejumlah kawasan vital dan ikon wisata Kota Malang, seperti Stasiun Kota Malang, Balai Kota, Alun-Alun Merdeka, Kayutangan Heritage, hingga ruas jalan utama seperti Jalan Semeru, Arjuno, dan Kawi. Untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan penumpang, Dishub telah menyiapkan 18 titik halte resmi yang menjadi lokasi naik-turun penumpang.
Bus Trans Jatim akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, dengan tarif terjangkau yakni Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar, mahasiswa, serta santri.
Selain memperlancar mobilitas warga, layanan ini juga diharapkan menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi unggulan seperti Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kayutangan Heritage, bahkan terhubung menuju Kota Batu hanya dengan satu kali perjalanan.
Dengan sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan inklusif, Trans Jatim diharapkan menjadi babak baru transportasi publik Malang Raya yang nyaman, aman, dan berkeadilan bagi semua pihak.
(Red) .
