SMAN 72 Jakarta Masih Disterilkan, Penjagaan Ketat Berlanjut Pasca Ledakan

Jakarta || kolocokronews
– Aktivitas di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih terhenti total sehari setelah ledakan dahsyat yang menimbulkan puluhan korban luka. Hingga Sabtu pagi (8/11/2025), kawasan sekolah masih tertutup dan dijaga ketat aparat gabungan.

Pantauan di lokasi pada pukul 09.35 WIB menunjukkan pagar utama sekolah tetap terkunci. Polisi bersama personel POM TNI AL terlihat bergantian berjaga dan mengamankan area. Tidak terlihat kegiatan belajar ataupun aktivitas internal sekolah.

Tim penyidik sebelumnya telah merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat malam. Unit Gegana yang sempat berada di lokasi juga telah meninggalkan area usai pemeriksaan mendalam dengan membawa sejumlah barang bukti.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan total korban mencapai 50 hingga 60 orang. Para korban telah tertangani di RS YARSI maupun RS Islam Cempaka Putih.

“Di awal jumlah korban kurang lebih mencapai 50-60. Alhamdulillah posko penanganan sudah dibentuk,” ujar Sigit di Istana Presiden, Jumat (7/11).

Sebagian besar korban berangsur pulih dan sudah dapat kembali ke rumah. Namun masih terdapat dua pasien yang harus menjalani tindakan operasi lanjutan.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan banyak korban yang mengalami luka bakar, goresan, hingga gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan.

“Beberapa korban terlihat mengalami luka bakar dan goresan. Selain itu cukup banyak siswa yang pendengarannya terganggu akibat efek ledakan,” ujar Budi.

Polisi saat ini juga telah mengantongi identitas terduga pelaku. Menurut informasi awal, pelaku diduga berasal dari lingkungan internal sekolah.

“Informasi sementara, pelaku masih dari lingkungan sekolah tersebut,” ungkap Kapolri.

Penyelidikan kini mengarah pada pendalaman motif dan latar belakang pelaku. Salah satu dari dua pasien yang masih menjalani operasi disebut merupakan terduga pelaku ledakan.

“Anggota sedang memperdalam identitas korban, memetakan lingkungan pelaku hingga menelusuri jejak rumah dan keterkaitannya,” kata Sigit.
(Red).

error: Content is protected !!