Mojokerto || kolocokronews
— Sebuah penanda sejarah baru resmi berdiri di Dusun Sidolegi, Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Monumen Arhanud Plat Gombrek, yang menjadi saksi ketangguhan pasukan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD di masa perjuangan, diresmikan pada Rabu (3/12/25) oleh Danpussen Arhanud, Mayjen TNI R. Edi Setiawan.
Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran petinggi TNI maupun tokoh daerah, di antaranya Irpussen Arhanud Brigjen TNI Saipul Mukti Ginanjar, Danpusdik Arhanud Brigjen TNI I Made Suryawan, Danrem 082/CPY Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Ketua PPAD Jatim Mayjen TNI (Purn) Purwo Sudaryanto, serta Mayjen TNI (Purn) Nurcahyanto, M.Sc.
Bupati Mojokerto beserta Forkopimda, perwakilan Dewan Keamanan Adat Majapahit, anggota pasukan Trip, dan masyarakat Desa Parengan turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI R. Edi Setiawan menegaskan bahwa monumen ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang Plat Gombrek yang pernah berjasa besar dalam mempertahankan kemerdekaan. Pada masa itu, pasukan Arhanud dengan meriam 20 mm Bofors buatan Swedia berhasil menembak jatuh pesawat tempur Belanda—sebuah pencapaian yang menegaskan keberanian dan ketangguhan generasi terdahulu.
“Pembangunan monumen ini adalah bentuk penghargaan kami terhadap perjuangan Plat Gombrek. Semangat juang mereka ingin kami hidupkan kembali, agar terus hadir dalam hati setiap prajurit Arhanud dan masyarakat luas,” ujar Mayjen TNI R. Edi Setiawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan monumen. Menurutnya, monumen ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda tentang arti cinta tanah air dan nilai-nilai kepahlawanan.
Mayjen Edi menutup sambutannya dengan mengajak warga Desa Parengan dan masyarakat Mojokerto untuk merawat monumen tersebut. “Mari kita jaga dan lestarikan warisan perjuangan ini. Semangat para pahlawan akan terus menyala selama kita tidak berhenti berjuang,” tegasnya penuh semangat.
Peresmian monumen ini diharapkan menjadi momentum memperkuat rasa nasionalisme sekaligus menjaga memori perjuangan Arhanud Plat Gombrek agar tetap hidup lintas generasi.
(Red).
