Headline

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Tak Ada “Republik dalam Republik”, Bongkar Ilegal Tambang hingga Anomali Bandara

Rate this post

Morowali || kolocokronews
Selasa(25/11/2025)— Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tampil tegas dalam kunjungan kerjanya di Morowali, menyoroti berbagai praktik ilegal yang merugikan negara, mulai dari penyalahgunaan izin tambang hingga keberadaan bandara tanpa perangkat negara. Dalam kesempatan itu, Menhan menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kepentingan kelompok.

“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik,” tegas Menhan Sjafrie Sjamsoeddin membuka pernyataannya dengan nada keras namun terukur.

Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan temuan mengejutkan terkait penyalahgunaan izin pasir kuarsa di sejumlah daerah. Di balik izin tersebut, ternyata terselip aktivitas pengambilan pasir timah—sumber daya alam strategis yang sama sekali tidak memiliki izin eksplorasi.

“Perizinan-perizinan yang dikeluarkan pemerintah daerah langsung dianulir. Ternyata di dalamnya ada pasir timah. Ini kegiatan ilegal,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin

Ia menilai praktik tersebut sebagai siasat sekelompok orang yang memanfaatkan celah regulasi demi keuntungan pribadi, merugikan negara dalam jumlah besar.

Menhan Syafrie juga menegaskan bahwa Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) akan bekerja dalam skala nasional, tidak terbatas wilayah.

“Satgas PKH menjangkau seluruh peta wilayah nasional Indonesia. Selama itu ilegal, akan kami tindak,” tegasnya.

Satgas akan terus menertibkan kawasan hutan, sawit, hingga pertambangan yang melanggar hukum.

Bandara Tanpa Perangkat Negara, Menhan”Ini Anomali Berbahaya

Dalam simulasi latihan bersama prajurit TNI, Syafrie menemukan adanya bandara yang beroperasi tanpa perangkat resmi negara. Situasi itu dinilai sangat membahayakan.

“Ini anomali dalam NKRI. Celah ini mengancam kedaulatan, ekonomi, bahkan stabilitas nasional,” ujarnya.

Latihan intersep pesawat dicontohkan sebagai bentuk kesiapan TNI mengantisipasi potensi kegiatan ilegal melalui udara.

Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, lemahnya koordinasi menjadi penyebab sejumlah regulasi tidak berjalan semestinya.

“Kita mengeluarkan peraturan, tetapi tidak bisa mengendalikan dan mengkomunikasikannya. Ini dimanfaatkan orang lain,” pungkasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan soal kebutuhan penguatan pertahanan Morowali, Syafrie memastikan pembangunan kekuatan akan terus ditingkatkan.

“Bukan hanya di Morowali. Di seluruh titik rawan nasional akan kita tingkatkan kemampuan pertahanan dan otoritas regulasinya,” jelasnya.

Soal Gaza”menhan Tunggu keputusan Politik

Ketika disinggung mengenai Gaza, Syafrie saat jumpa pers tersebut ia menyebut keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Namun ia memastikan TNI siap jika diminta bergabung dalam misi perdamaian PBB.

“TNI sudah mempersiapkan satuannya untuk tugas-tugas perdamaian di bawah PBB,” katanya.

Menhan Pastikan “negara Hadir

Kembali Menambahkan “Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti memperbaiki kelemahan sistem dan menutup celah-celah kerawanan yang dapat dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

“Kita bekerja untuk kepentingan rakyat. Semua ketentuan harus ditegakkan tanpa melihat latar belakang siapa pun,” tegasnya.

Di akhir kunjungan, Menhan mengapresiasi para jurnalis yang setia meliput meski berada di lapangan panas.

Kunjungan dan latihan ini, menurut Syafrie, menjadi pengingat bahwa negara kaya seperti Indonesia harus menjaga sumber daya alam dan kedaulatan dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum yang kuat.
(Red).

error: Content is protected !!