Selamat dari Kecelakaan KM Virgo, Korban Dapat Pendampingan Psikologis dari Polres Malang

MALANG || KOLOCOKRONEWS
— Selamat dari sebuah kecelakaan kapal bukan berarti seluruh persoalan berakhir. Pengalaman menghadapi peristiwa tersebut dapat meninggalkan beban emosional yang membutuhkan waktu untuk dipulihkan.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Malang melalui konselornya memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada salah satu korban selamat KM Virgo, Rabu (30/9/2026).

Pendampingan diberikan kepada Adi Suseno, warga Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan berlangsung di wilayah hukum Polsek Singosari dan dipimpin Aiptu Harry Setyawan, S.Psi., selaku Konselor Polres Malang.

Dalam prosesnya, konselor mengedepankan komunikasi secara humanis. Korban diberikan ruang yang nyaman untuk menceritakan pengalaman yang dialami sekaligus menyampaikan perasaan maupun kondisi emosional setelah peristiwa tersebut.

Pendampingan juga diarahkan untuk mengetahui berbagai respons yang mungkin muncul setelah seseorang mengalami kejadian traumatis. Di antaranya rasa takut, kecemasan, kesedihan, keterkejutan, gangguan tidur hingga kekhawatiran terhadap pengalaman yang telah dilalui.

“Pendampingan psikologis ini kami lakukan untuk membantu korban menghadapi dampak psikologis setelah mengalami peristiwa yang berat. Korban diberikan ruang untuk bercerita dan mendapatkan penguatan agar proses pemulihannya dapat berjalan secara bertahap,” ujar AKP Achmad Zainuddin SH MM.

Selain mendengarkan dan memberikan penguatan, konselor menyampaikan edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga kondisi diri, terbuka kepada keluarga serta tidak menyimpan sendiri berbagai perasaan yang muncul pascakejadian.

Dalam sesi tersebut, konselor juga menggunakan teknik tapping sebagai salah satu metode pendampingan untuk membantu korban mengelola rasa cemas dan ketegangan emosional.

Dari hasil pendampingan, korban terlihat lebih tenang setelah mengikuti proses tersebut. Polisi menyebut terdapat penurunan kecemasan dan ketegangan emosional selama pendampingan berlangsung.

Polres Malang menegaskan bahwa penanganan terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Aspek psikologis juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang mengalami peristiwa berat dan berpotensi menimbulkan tekanan emosional.

Melalui pendampingan tersebut, Polri berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dengan memberikan dukungan sesuai kebutuhan korban.

“Kami berharap korban dapat secara bertahap kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga sangat penting dalam proses pemulihan,” tambah Zainuddin.

Polres Malang menyatakan akan terus mendorong pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui dukungan psikologis bagi warga yang membutuhkan setelah mengalami peristiwa traumatis.
(Red).

error: Content is protected !!