TULUNGAGUNG || Kolocokronews
Minggu (9/8/2026)— Harapan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Tulungagung untuk memiliki kepastian hukum atas tanah tempat tinggalnya mulai mendapat perhatian. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tulungagung mengusulkan sekitar 470 penerima program sertifikat tanah gratis kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Staf Bidang Perkim Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Tulungagung, Sriwijayatna,(7/8/2026) mengatakan usulan tersebut menyasar masyarakat yang sebelumnya telah menerima bantuan Program Bedah Rumah pada 2025 dan 2026.
Menurutnya, sebagian besar rumah yang masuk dalam program tersebut belum dilengkapi sertifikat tanah. Kondisi itu menjadi salah satu alasan pemerintah mengusulkan para penerima bedah rumah untuk mendapatkan program sertifikasi.
“Yang kami usulkan sekitar 470 MBR. Mereka merupakan penerima Bedah Rumah tahun 2025 dan 2026,” ujar Sriwijayatna.
Ia menjelaskan, penerima program bedah rumah dalam dua tahun tersebut diprioritaskan karena data lokasi rumah sudah dilengkapi titik koordinat. Dengan demikian, petugas BPN lebih mudah melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi dan kelayakan calon penerima.
Namun, jumlah masyarakat yang diusulkan belum seluruhnya bisa memperoleh sertifikat gratis. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPN Tulungagung, kuota yang tersedia saat ini sekitar 176 bidang tanah.
“BPN nanti yang melakukan survei untuk menentukan siapa saja yang memenuhi kriteria dan layak menerima program,” jelasnya.
Sriwijayatna menegaskan, program sertifikasi tersebut tidak membebani masyarakat dengan biaya pembuatan sertifikat. Jika terdapat pengeluaran dari penerima, menurutnya hanya sebatas kebutuhan pembelian materai.
Dengan adanya program tersebut, pemerintah berharap masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini belum memiliki sertifikat tanah dapat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan tanahnya.
Proses survei BPN nantinya menjadi tahap penting untuk menentukan penerima dari ratusan MBR yang telah diusulkan. Dari sekitar 470 nama yang masuk usulan, sebanyak 176 bidang diproyeksikan mendapatkan sertifikat melalui kuota program yang tersedia.
(Red).
