Video Heboh di Media Sosial, Situs Adan-Adan Kediri Disebut Lebih Megah dari Borobudur

Rate this post

KEDIRI || kolocokronews
Selasa (9/5/2026) – Kemunculan kembali video ekskavasi Situs Adan-Adan di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, mendadak menghebohkan media sosial. Tayangan yang memperlihatkan struktur batu besar, arca Buddha, hingga makara berukuran raksasa membuat banyak warganet menduga telah ditemukan kompleks candi kuno yang disebut-sebut lebih besar dari Candi Borobudur.

Namun, informasi mengenai “penemuan baru” tersebut dipastikan tidak benar. Video yang viral diketahui merupakan dokumentasi lama saat proses penelitian arkeologi berlangsung pada tahun 2022.

Meski begitu, Situs Adan-Adan tetap menjadi perhatian karena diyakini menyimpan jejak peradaban besar dari masa lampau yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.

Juru Pelihara Situs Adan-Adan, Ikhwan, menjelaskan bahwa penelitian di kawasan tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak 2016. Proses ekskavasi dilakukan secara bertahap oleh tim arkeolog untuk mengungkap struktur bangunan yang tertimbun tanah selama ratusan tahun.
“Video yang beredar itu dokumentasi lama ketika penggalian dilakukan pada 2022,” ujarnya.

Dari hasil penelitian sementara, situs tersebut diduga merupakan kompleks candi Buddha yang dibangun sekitar abad ke-9 hingga ke-11 Masehi. Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya fragmen stupa, kepala arca Buddha, dan berbagai elemen bangunan khas arsitektur Buddha kuno.

Para peneliti juga menilai tata letak bangunan di kawasan itu memiliki pola mandala, konsep arsitektur suci yang lazim digunakan pada kompleks candi Buddha di masa klasik Nusantara.
Bangunan utama di tengah situs diperkirakan memiliki ukuran sekitar 21 meter. Sementara area keseluruhan kompleks disebut mencapai sekitar 800 meter di setiap sisi, sehingga memunculkan spekulasi mengenai besarnya kawasan tersebut.

Salah satu temuan paling mencolok adalah makara atau ornamen tangga candi berukuran sangat besar. Dalam arsitektur candi kuno, makara biasanya menjadi simbol kemegahan bangunan utama.

Ukuran makara yang ditemukan di Situs Adan-Adan bahkan disebut lebih besar dibandingkan milik Candi Borobudur. Karena itu, sejumlah peneliti menduga kompleks candi ini dahulu memiliki bentuk yang sangat megah dan monumental.
Tidak sedikit pula yang menyebut temuan makara tersebut berpotensi menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, tim arkeolog menemukan bagian puncak stupa yang terkubur cukup dalam di bawah permukaan tanah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa bangunan candi kemungkinan runtuh akibat bencana besar pada masa silam.

Aktivitas vulkanik Gunung Kelud diduga menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan kerusakan situs. Namun para ahli masih terus meneliti kemungkinan adanya faktor alam lain yang ikut mempengaruhi kehancuran kompleks tersebut.

Temuan menarik lainnya adalah keberadaan beberapa arca yang belum selesai dipahat. Hal itu memunculkan dugaan bahwa proses pembangunan candi sempat terhenti sebelum seluruh kompleks selesai dibangun.

Sebagian artefak penting dari Situs Adan-Adan juga diketahui sudah tidak berada di lokasi asli. Salah satunya adalah arca penjaga atau Dwarapala yang kini terpisah di dua tempat berbeda.

Satu arca masih berada di kawasan situs, sementara pasangannya telah dipindahkan ke Museum Airlangga, Kota Kediri, sejak era kolonial Belanda.

Saat ini, Situs Adan-Adan masih berada dalam pengawasan ketat guna mencegah kerusakan maupun pencurian artefak. Penelitian arkeologi pun terus dilakukan karena diyakini masih banyak struktur bangunan yang terkubur di bawah tanah.
Dengan berbagai temuan yang terus bermunculan, Situs Adan-Adan disebut berpotensi menjadi salah satu penemuan arkeologi paling penting di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
(Red).

error: Content is protected !!