Kediri || kolocokronews
— Setelah lebih dari sepekan dinyatakan hilang, Ajeng Prasetyo Ningrum (8), warga Jaten, Wonodadi, Kabupaten Blitar, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai kecil Dusun Jaro, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (29/11) sekitar pukul 11.00 WIB.
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Kediri, Joko Aji, menyebut jenazah pertama kali terlihat tersangkut pada batang bambu di aliran sungai. Tim gabungan kemudian mengevakuasi korban dan melakukan identifikasi awal di lokasi kejadian.
Pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ajeng melalui ciri-ciri pakaian dan sebuah kalung berbentuk tasbih yang masih melekat pada tubuh korban. Setelah identifikasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ajeng sebelumnya dilaporkan hilang pada 19 November 2025. Upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan, BPBD, relawan, dan masyarakat yang melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dari Blitar hingga area perbatasan. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi resmi sempat dihentikan pada Kamis (27/11).
Namun, ditemukannya jenazah Ajeng di wilayah Kediri—yang berjarak cukup jauh dari titik awal ia dilaporkan hilang—menguatkan dugaan bahwa tubuh korban terbawa arus sungai hingga ke lokasi penemuan. Penemuan ini sekaligus menutup rangkaian proses pencarian yang telah berlangsung lebih dari seminggu.
Pihak keluarga dan warga setempat berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, terutama terkait pengamanan area sungai dan pengawasan terhadap anak-anak agar insiden serupa tidak terulang.(red).
