Headline

Akses Terputus Pasca Bencana, Warga Sibolga–Tapteng Nekat Lakukan Penjarahan

Sumatera Utara || kolocokronews
— Akses yang lumpuh total akibat banjir dan tanah longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) memicu aksi penjarahan yang terjadi pada Sabtu, 29 November 2025. Minimarket hingga gudang Bulog di sejumlah kecamatan menjadi sasaran warga yang panik akibat lima hari terisolasi tanpa pasokan pangan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga menyerbu toko ritel, bahkan merobohkan pagar gudang Bulog Sarudik untuk mengambil beras dan minyak goreng. Aparat Polsek, Koramil, hingga petugas keamanan Bulog tidak mampu menahan massa yang terus berdatangan.

Tim Redaksi di lapangan melaporkan bahwa bantuan yang diberangkatkan dari Medan sejak 28 November belum menjangkau banyak wilayah terdampak. Sebagian besar warga mengaku belum menerima pasokan sama sekali.

Kondisi ini memicu kepanikan warga di Pandan, Sarudik, dan sejumlah titik lain. Minimnya bantuan membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sejak banjir dan longsor melanda.

Sebagian akses jalan yang tertutup longsor sudah berhasil dibersihkan, dan banjir dilaporkan telah surut. Namun, listrik masih padam dan jaringan komunikasi belum pulih sepenuhnya.

Untuk menghubungi keluarga, warga harus mendatangi titik-titik layanan starlink yang disediakan. “Sebagian wilayah sudah bisa berkomunikasi, tapi banyak juga yang masih tidak terjangkau jaringan.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan memahami kondisi psikologis warga yang kelaparan dan terisolasi. Pihaknya kini mendata berapa banyak beras dan minyak yang diambil dari gudang Sarudik, meski proses pendataan terkendala sinyal dan akses.

Bulog juga mengupayakan tambahan pasokan untuk segera dikirim ke Sibolga–Tapteng.

Dari pihak kepolisian, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintuka
menyampaikan bahwa Polres Tapanuli Tengah sudah menangani kasus penjarahan tersebut. Aparat kini fokus mengamankan lokasi dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak anarkis. Bantuan dari BNPB, kepolisian, TNI, dan instansi terkait sedang menuju lokasi, hanya saja terkendala longsor,” tegasnya.

Sementara itu, warga di lapangan terus menyerukan agar bantuan logistik segera diturunkan. Video amatir menunjukkan kondisi memprihatinkan” es krim mencair, toko ludes, dan warga keluar-masuk membawa kebutuhan pokok seadanya.

Lima hari setelah bencana, mereka mulai kehabisan persediaan—dan situasi diprediksi dapat memburuk jika distribusi bantuan tak segera merata.
(Red).

error: Content is protected !!