Dewan Pers Ajak Insan Pers Bersatu dalam Doa untuk Lima Jurnalis yang Hilang

JAKARTA || KOLOCOKRONEWS
— Ketika langkah pencarian resmi terhadap lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas jurnalistik telah dihentikan, perhatian dan kepedulian insan pers tidak ikut berhenti. Dewan Pers mengajak media dan seluruh insan pers untuk bersama-sama menjaga harapan melalui doa dan solidaritas.

Ajakan tersebut tertuang dalam surat Dewan Pers Nomor 1321/DP/K/IX/2026 tertanggal 19 September 2026. Surat itu ditujukan kepada pimpinan redaksi media cetak, online dan televisi di Jakarta.

Dewan Pers mengundang insan media menghadiri sekaligus meliput kegiatan “Doa Bersama & Solidaritas untuk 5 Jurnalis” yang akan digelar pada Senin, 21 September 2026.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 14.30 WIB di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih Nomor 32–34, Jakarta Pusat.

Dalam surat tersebut, Dewan Pers menyampaikan bahwa meski proses pencarian fisik secara resmi telah dihentikan, asa dan ikhtiar tidak semestinya terputus.

“Meski pencarian fisik telah dihentikan, doa dan solidaritas kita akan terus mengalir,” demikian pesan Dewan Pers dalam surat undangan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga lima jurnalis yang ditinggalkan. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, dukungan moral dari sesama insan pers diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga.

Bagi dunia jurnalistik, keselamatan jurnalis menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, momentum doa bersama tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat solidaritas dan kepedulian sesama pekerja pers.

Dewan Pers berharap media dapat hadir dan turut meliput kegiatan tersebut. Dengan demikian, pesan solidaritas dapat terus disampaikan kepada masyarakat sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik sebuah profesi jurnalistik terdapat manusia, keluarga dan harapan yang perlu dijaga.

Doa menjadi cara untuk menjaga harapan, sementara solidaritas menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
(Red).

error: Content is protected !!