Pangdivif 2 Kostrad Beri Penguatan Keluarga Prajurit Yonarmed 12 yang Bertugas di Perbatasan RI-RDTL

5/5 - (1 vote)

Ngawi || kolocokronews
– Di balik tugas berat menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, terdapat keluarga yang turut berjuang memberikan dukungan dari rumah. Hal itulah yang menjadi perhatian Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., saat mengunjungi keluarga prajurit Yonarmed 12 Kostrad di Ngawi, Rabu (24/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL) yang sedang dijalankan prajurit Yonarmed 12 Kostrad. Dalam kesempatan itu, Pangdivif menegaskan bahwa keberhasilan prajurit di daerah penugasan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mereka di lapangan, tetapi juga oleh dukungan keluarga yang tetap kuat dan harmonis di pangkalan.

Menurutnya, ketenangan batin prajurit yang bertugas sangat dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga prajurit untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, serta mempertahankan keharmonisan rumah tangga selama masa penugasan berlangsung.

Selain memberikan motivasi, Pangdivif 2 Kostrad juga menyinggung situasi global yang saat ini turut memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk dampak kenaikan harga energi akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia masih relatif stabil dan pemerintah terus berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan serta program bantuan.

Ia mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar TNI untuk terus mendukung program pemerintah demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, kuat, dan berdaulat.

Dalam arahannya, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan keluarga secara bijaksana. Berbagai fasilitas dan kesejahteraan yang diberikan negara, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk kepentingan jangka panjang keluarga, termasuk mempersiapkan masa depan dan kepemilikan tempat tinggal.

Ia secara khusus mengingatkan keluarga prajurit agar menjauhi praktik-praktik yang berpotensi merusak kondisi ekonomi rumah tangga, seperti judi online, serta membiasakan perencanaan keuangan yang sehat dan terukur.

Tak hanya itu, Pangdivif turut menyoroti penggunaan media sosial yang semakin masif di tengah perkembangan teknologi informasi. Ia meminta prajurit beserta keluarganya untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, menghindari unggahan maupun komentar yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, maupun institusi.

Melalui kunjungan tersebut, Pangdivif 2 Kostrad berharap keluarga prajurit tetap menjadi pilar utama yang memberikan semangat dan kekuatan bagi para prajurit yang tengah mengemban amanah menjaga perbatasan negara. Dukungan keluarga yang kuat diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan setiap pelaksanaan tugas operasi.
(Red).

error: Content is protected !!