Tinjau KKMP Candirenggo, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rate this post

Malang | kolocokronews
– Pemerintah pusat terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui pengembangan koperasi desa dan kelurahan. Hal ini ditegaskan saat Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau langsung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Candirenggo di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/2/2026) pagi.

Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 07.51 WIB itu dihadiri jajaran pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, hingga para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Singosari. Rombongan disambut Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar, serta unsur Muspika setempat.

Dalam peninjauan tersebut, Zulhas—sapaan akrabnya—memastikan pembangunan gedung KKMP telah memenuhi standar dan siap memasuki tahap akhir pemenuhan perlengkapan. Ia menyebut progres pembangunan berjalan lebih cepat dari target.

“Bangunannya sudah sesuai standar dan bagus. Tinggal melengkapi fasilitasnya. Kalau sudah lengkap, akan segera diserahterimakan kepada lurah dan pengurus koperasi untuk dikelola,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi jajaran TNI, khususnya Babinsa, yang dinilai berperan besar dalam mengawal pembangunan dari awal hingga tuntas dalam waktu 79 hari, lebih cepat dari target maksimal 92 hari. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan aparat teritorial menjadi kunci percepatan program strategis nasional.

Koperasi sebagai Off Taker dan Penjaga Stabilitas Harga

Zulkifli Hasan menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Fungsinya tidak hanya sebagai wadah distribusi, tetapi juga sebagai off taker bagi produk UMKM dan hasil pertanian warga.

“Kalau produk masyarakat tidak terserap pasar, koperasi hadir menjadi pembeli. Ini yang kita perkuat agar ekonomi desa bergerak,” tegasnya.

Ke depan, KKMP juga diproyeksikan menjadi pemasok bahan kebutuhan pokok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Skema ini dirancang agar distribusi bahan pangan lebih merata dan memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menambahkan, keberadaan KKMP dapat berfungsi layaknya operasi pasar sepanjang tahun. Melalui koperasi, ketersediaan barang dan stabilitas harga dapat lebih terjaga.

“Kalau di luar harga tinggi, di sini bisa lebih terjangkau. Kalau barang langka, koperasi bisa siapkan lewat kerja sama komoditas lokal,” jelasnya.

Perkuat Distribusi dan Siap Ekspor
Selain meninjau koperasi, Menko Pangan juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan pada distribusi pupuk, sistem irigasi, serta penguatan cadangan pangan nasional. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa mulai 28 Februari 2026 Indonesia dijadwalkan melakukan ekspor beras dan jagung ke sejumlah negara di kawasan Arab sebagai bagian dari strategi memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Tak hanya itu, aspek kebersihan lingkungan, termasuk kawasan wisata pantai, turut menjadi perhatian. Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang baik akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Usai melakukan peninjauan dan sesi foto bersama, rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 08.25 WIB menuju agenda berikutnya di Kota Malang.

Kunjungan berlangsung aman, tertib, dan mencerminkan kolaborasi solid antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat teritorial dalam membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkeadilan.
(Red).

error: Content is protected !!