Headline

Polisi Turun Tangan Evakuasi Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Rate this post

LUMAJANG || kolocokronews
— Banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Lumajang. Menyikapi kondisi darurat tersebut, jajaran Polres Lumajang, Polda Jawa Timur, sigap menerjunkan personel untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak, Sabtu sore (6/12).

Banjir lahar menerjang Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, menyusul tingginya intensitas hujan di kawasan hulu Gunung Semeru. Aliran lahar hujan meluap hingga masuk ke wilayah permukiman, memaksa warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke daerah perbukitan yang dinilai lebih aman.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk membantu penyelamatan dan evakuasi warga.

“Personel Polres Lumajang kami kerahkan untuk membantu warga yang harus menyeberangi Sungai Regoyo, karena jalur menuju tempat pengungsian melewati aliran banjir lahar,” ujar Kombes Pol Abast, Minggu (7/12).

Menurutnya, kehadiran polisi difokuskan pada pengamanan jalur evakuasi serta memastikan keselamatan warga, mengingat derasnya arus lahar hujan yang melintasi sungai tersebut.

Sejumlah warga mengaku tidak menyangka luapan lahar bisa mencapai permukiman mereka. Pasalnya, selama ini kawasan tersebut dilindungi tanggul dengan ketinggian yang cukup memadai. Namun, derasnya aliran lahar akibat hujan berkepanjangan membuat lahar tetap meluber ke area rumah warga.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, banjir lahar hujan mulai memasuki perkampungan pada Sabtu sore. Warga pun dengan cepat berbondong-bondong menyelamatkan diri menuju lokasi yang lebih tinggi.

Salah seorang warga melaporkan, sedikitnya 35 orang dari RT 22 terpaksa mengungsi, terdiri dari 25 orang dewasa dan 10 anak-anak. Kondisi di lokasi pengungsian masih terbatas, bahkan belum tersedia penerangan, sehingga warga mengandalkan cahaya senter.

Diketahui, Dusun Sumberlangsep Desa Jugosari dihuni sekitar 137 kepala keluarga dan berada tepat di seberang Sungai Regoyo, salah satu jalur utama aliran banjir lahar hujan Gunung Semeru. Hingga saat ini, aparat bersama warga terus siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
(Red).

error: Content is protected !!