Opini, Malang || kolocokronews
Aksi penertiban balap liar yang dilakukan aparat kepolisian pada Sabtu dini hari (15/11/25) kembali membuka mata kita tentang fenomena klasik yang tak kunjung berakhir: jalan umum dijadikan arena adu kecepatan. Puluhan pengendara berhasil diamankan, dan pemandangan para pemuda yang mendorong motornya dari kawasan Hotel Savana sampai kantor Polresta Malang Kota menjadi bukti bahwa tindakan tegas memang perlu diambil.
Penertiban kali ini bukan dilakukan tanpa alasan. Sejumlah warga sebelumnya melapor karena merasa resah dengan aktivitas balap liar yang kerap muncul pada malam hingga dini hari. Suara bising knalpot, kerumunan yang memadati badan jalan, serta manuver berbahaya di tengah lalu lintas telah mengganggu kenyamanan hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Kekhawatiran warga pun beralasan — sekali salah perhitungan, nyawa bisa melayang.
Fenomena balap liar tidak sekadar pelanggaran hukum, tetapi gambaran kondisi sosial anak muda ,Sayangnya, ketika gairah itu dialihkan ke jalan umum, risikonya menjadi tanggung jawab semua orang. Jalan raya bukanlah sirkuit, dan kesalahan satu orang bisa berdampak fatal bagi orang lain yang sama sekali tidak terlibat.
Tindakan tegas kepolisian patut diapresiasi. Penertiban yang konsisten adalah bentuk respon terhadap keresahan masyarakat sekaligus cara untuk memberikan efek jera. Ketika para remaja ini diminta mendorong kendaraannya hingga ke kantor polisi, itu memberi simbol kuat bahwa setiap tindakan nekat di jalan akan selalu ada konsekuensinya.
Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada penindakan semata. Pemerintah daerah, komunitas otomotif, dan sekolah perlu terlibat dalam memberikan edukasi serta menyediakan ruang aman dan legal bagi minat otomotif generasi muda.
Penertiban dini hari itu adalah alarm keras: balap liar bukan hanya kenakalan remaja, tetapi ancaman keselamatan publik. Malang membutuhkan kolaborasi agar kota ini tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh penggunanya. Dengan menyelesaikan akar masalahnya, kita tidak hanya menertibkan jalan raya, tetapi juga menyelamatkan masa depan generasi muda.
(Red).
