Jakarta || kolocokronews
-Selasa, 25 November 2025 — Pemerintah kembali membuat gebrakan besar di sektor digital. Setelah sebelumnya dikritik karena menolak penggunaan Starlink sebagai tulang punggung internet nasional, kini pemerintah justru menyiapkan program internet murah sekaligus super cepat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, internet untuk rakyat bakal hadir dengan harga ramah kantong, sementara pemerintah menargetkan rata-rata kecepatan nasional meningkat hingga 1 gigabit per detik pada 2029.
Internet Rakyat: Murah, Cepat, dan Bisa Daftar Sekarang
Program internet rakyat yang tengah digarap pemerintah menawarkan layanan broadband rumah tangga berbasis 5G FWA bekerja sama dengan perusahaan teknologi Jepang, Orexai. Layanan ini akan dibanderol dengan tarif:
100 Mbps – Rp100.000/bulan (unlimited, gratis modem & pemasangan).
500 Mbps – Rp250.000/bulan untuk UMKM.
Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan tarif internet Indonesia saat ini, yang pernah menjadi salah satu yang termahal di Asia Tenggara.
Teknologinya memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz yang selama ini identik dengan 4G. Melalui teknologi Open RAN yang dikembangkan NTT Docomo, frekuensi ini kini bisa dipakai untuk 5G—dan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menggunakannya untuk FWA skala nasional.
Program ini dibagi dalam tiga regional.
Pemenang tender:
Regional 1 (Jawa, Maluku, Papua): PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Starlight).
Regional 2 & 3 (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB-NTT): PT Kamas Republik (MyRepublic).
Pada kuartal I 2026 saja, ditargetkan pembangunan 7.800 BTS baru, masing-masing 4.800 di regional 1 dan 3.000 di regional 2 & 3.
Masyarakat sudah bisa mendaftar lebih awal di internetrakyat.id/register.
Sekolah dan Puskesmas Dapat Wi-Fi 7 kecepatan 2 GB/detik
Untuk fasilitas publik, pemerintah menyiapkan paket premium dengan teknologi Wi-Fi 7 yang mampu mencapai kecepatan hingga 2 GB/detik. Kecepatan 100 Mbps yang menjadi paket utama masyarakat disebut sebagai batas bawah, bukan batas maksimum.
Target Nasional: Internet 1 GB/detik Mulai 2026
Gebrakan lain muncul dalam Rencana Strategis Kominfo 2025–2029. Pemerintah memasang target ambisius: rata-rata internet Indonesia naik menjadi 1 GB/detik.
Tahapan peluncuran:
2026: mulai uji coba awal
2027: uji coba di beberapa kota besar
2029: diperluas ke 38 wilayah seluruh Indonesia
Teknologi yang digunakan nantinya memanfaatkan pita frekuensi 2,6 GHz, yang menawarkan kapasitas dan kecepatan lebih tinggi meski jangkauannya lebih pendek.
Lelang frekuensi 2,6 GHz dijadwalkan digelar akhir 2025 atau awal 2026.
Kenapa Dikelola Swasta? Pemerintah Jelaskan Alasannya
Meski program ini merupakan program nasional, pemerintah menyerahkan pengelolaannya ke sektor swasta. Alasannya:
Hindari monopoli jika hanya satu BUMN yang mengerjakan seluruh Indonesia.
Inovasi lebih cepat, birokrasi lebih ringan.
Meringankan APBN, karena investasi ribuan BTS dapat mencapai triliunan rupiah.
Skema open access, artinya perusahaan pemenang tender tidak mengerjakan semuanya sendiri.
Di regional 1 saja, terdapat 26 entitas yang terlibat.
Model kemitraan publik-swasta ini juga diterapkan di proyek-proyek lain, seperti mobil listrik nasional dan pengembangan data center.
Data Center Indonesia Melejit, Bakal Lewati Singapura
Dalam satu tahun, kapasitas data center Indonesia melonjak dari 330 MW menjadi 1.155 MW, naik 250%. Investor Singapura berbondong-bondong masuk ke Batam, Bintan, dan Karimun karena tingginya biaya lahan dan air di negaranya.
Deal antara Indonesia dan Singapura juga mempercepat perkembangan ini: jika Singapura ingin membeli listrik hijau dari Indonesia pada 2027, mereka harus membangun data center di Indonesia—minimal total 2.000 MW sebelum 2029.
Akhir Era Internet Lemot
Dengan seluruh agenda besar yang sudah direncanakan dan jadwal eksekusi yang jelas, pemerintah menegaskan bahwa era internet lambat di Indonesia akan segera menjadi cerita masa lalu.
Program internet rakyat disebut bukan lagi wacana, tetapi proyek nyata yang sudah memasuki fase implementasi awal.
Source : ch@infowibisana
(Red)
