Headline

Pasukan 08 DPD Jatim Jalin Silaturahmi dan Kolaborasi Program INSANI di Ponpes Nurul Munzal

Malang || kolocokronews
Sabtu, 6 Desember 2025 — Suasana hangat penuh persaudaraan menyelimuti Pondok Pesantren Nurul Munzal, Kota Malang, ketika Ketua Pasukan 08 DPD Jawa Timur, Tri Widiarko, S.H., M.H, bersama Bendahara DPD, Ustad Imam Hidayat, S.E., M.M, melakukan kunjungan resmi pada sore hari pukul 15.00 WIB. Kehadiran jajaran Pasukan 08 ini disambut langsung oleh pengasuh pondok, Kyai M. Badrus, S.M., S.T, bersama para ustadz dan ustadzah.

Kehadiran Pasukan 08 disambut penuh keakraban, menandai hubungan baik yang selama ini terjalin antara organisasi dan lingkungan pesantren. Dalam sambutannya, Kyai M. Badrus menyampaikan rasa syukur dan harapannya ke depan.

“Kedatangan Pasukan 08 memberikan semangat dan nuansa baru bagi kami. Harapan kami ke depan, Pasukan 08 melalui BAHU PRABOWO dapat menaungi legalitas hukum Pondok Pesantren Nurul Munzal,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai program kerja Pasukan 08 DPD Jawa Timur, terutama yang difokuskan pada peningkatan kapasitas guru ngaji serta pembinaan santri. Salah satu program unggulan yang digagas adalah Program INSANI (Insan Setia Mengabdi), sebuah inisiatif yang bertujuan mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan kerja sebagai bekal kemandirian.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Jawa Timur, Tri Widiarko, menegaskan komitmen kuat Pasukan 08 untuk terus hadir di tengah lembaga pendidikan keagamaan dan masyarakat.

“Pasukan 08 tidak hanya hadir untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat nyata. Melalui Program INSANI dan dukungan BAHU PRABOWO, kami ingin memastikan pesantren mendapatkan perlindungan hukum yang kuat sekaligus membuka ruang pembinaan keterampilan bagi para santri. Pesantren harus menjadi pusat lahirnya generasi yang mandiri, berakhlak, dan berdaya saing,” tegas Tri Widiarko.

Pasukan 08 juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membudayakan kebiasaan membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Menurut mereka, kolaborasi antara Pesantren, organisasi masyarakat, dan pemerintah akan mempercepat lahirnya generasi yang unggul dan berkarakter.

Dalam momen tersebut, Kyai M. Badrus turut memaparkan rekam jejak Pondok Pesantren Nurul Munzal yang telah lama berkiprah dalam pembinaan warga binaan lembaga pemasyarakatan di wilayah Pamekasan–Madura. Berkat pola pembinaan tersebut, banyak mantan narapidana yang berhasil kembali ke masyarakat sebagai guru ngaji, membawa perubahan positif bagi lingkungannya.

Kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi awal dari kolaborasi lebih erat antara Pasukan 08 DPD Jawa Timur dan Pondok Pesantren Nurul Munzal, khususnya dalam mewujudkan pendidikan pesantren yang lebih progresif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

(Red)

error: Content is protected !!