Jakarta || kolocokronews
Selasa 25 November 2025 – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tampil tegas dan lantang setelah menerima laporan adanya 250 ton beras impor ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Sabang tanpa izin dari pemerintah pusat. Dalam konferensi pers mendadak, Amran menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar perintah Presiden dan mengancam kedaulatan pangan Indonesia.
“Sekitar satu jam lalu kami menerima laporan bahwa ada beras masuk di Sabang tanpa persetujuan pusat. Saya langsung telepon Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam. Berasnya langsung kita segel dan tidak boleh keluar,” tegas Amran.
Amran memastikan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada titik tertinggi menjelang akhir tahun, sehingga kebijakan pemerintah jelas: tidak ada impor.
Ia menilai dalih harga beras Thailand dan Vietnam lebih murah tidak masuk akal. “Iya memang murah karena Indonesia tidak impor dua tahun terakhir. Kita pernah impor 7 juta ton, nilainya dengan jagung mencapai 100 triliun. Tapi sekarang stok kita cukup, bahkan lebih dari cukup,” ujarnya.
Dalam penelusuran cepat, Amran menemukan kejanggalan: rapat koordinasi tentang rencana impor baru dilakukan 14 November di Jakarta, namun izin impor dari Thailand justru sudah terbit sebelumnya.
“Ini berarti sudah direncanakan. Kami tanya Dirjen dan Deputi Bappenas, semuanya menolak. Tapi impor tetap dilakukan. Ada apa ini?” kata Amran dengan nada geram.
Amran dengan tegas menyatakan tidak akan mentolerir siapa pun di internal kementerian bila terbukti meloloskan rekomendasi impor.
“Saya cek satu per satu. Kalau ada Dirjen yang meloloskan, hari ini juga berakhir jabatannya. Saya pastikan itu. Tapi alhamdulillah semuanya patuh pada perintah Presiden,” tegasnya.
Ia juga langsung menghubungi Menteri Perdagangan untuk memastikan status izin. Hasilnya sama: tidak ada izin
Dalam rapat lanjutan, Amran membeberkan bahwa stok beras di wilayah tersebut saja mencapai hampir 100 ribu ton—cukup untuk kebutuhan tiga bulan.
“Ini soal nasionalisme. Indonesia sebentar lagi mencapai swasembada pangan. Jangan diganggu. Kalau ada yang bermain, pasti kita usut,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Amran menyebut nama perusahaan yang diduga berada di balik impor ilegal ini: PT MSG (Multazam Sabang Grup).
“Ini kenapa saya umumkan? Supaya jelas dan tidak ada yang menutup-nutupi. Kita tidak akan biarkan ini,” tegas Mentan Amran.
@KementanRI/ (Red).
