Jakarta || kolocokronews
– Operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari kembali diperketat. BNN dan Polri kembali menggelar penggerebekan lanjutan pada Jumat (7/11) setelah aksi pertama dua hari sebelumnya. Wilayah yang dikenal sebagai “jalur panas” peredaran narkoba ini kembali disisir besar-besaran.
Operasi dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto. Sekitar 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Brimob, hingga Polres Metro Jakarta Utara diterjunkan untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba di kawasan padat tersebut.
Penggerebekan fokus menyasar dua titik rumah kos yang berada di Jalan Samudera 4 dan Jalan Bak Air 2. Dari titik tersebut, petugas menemukan temuan bernilai miliaran rupiah.
Di antaranya:
-Sabu lebih dari 89 kilogram
-Ganja dan ekstasi
-Uang tunai hampir Rp 1,5 miliar,Uang palsu,
-Senjata api, senjata tajam, hingga busur panah,
-Emas batangan dan perhiasan,
-Motor sport dan belasan ponsel
Selain barang bukti, sembilan orang dengan berbagai inisial juga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
BNN menegaskan operasi seperti ini tidak akan berhenti hanya pada pengungkapan gudang penyimpanan. Kepala BNN RI menegaskan akan terus memperluas pengembangan kasus.
“Kita tidak berhenti di sini. Pengembangan akan terus dilakukan sampai para bandar kelas atasnya tertangkap,” ucap Kepala BNN RI.
BNN mengajak masyarakat ikut terlibat melakukan pelaporan. Jika ada aktivitas mencurigakan terkait narkoba, masyarakat bisa melapor melalui call center 184 atau WhatsApp 081221675675.
Gerakan “War on Drugs for Humanity” kembali ditekankan — bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar operasi tangkap, tetapi upaya menyelamatkan generasi bangsa agar Indonesia benar-benar bisa terbebas dari jaringan gelap narkotika.
Source : BiroHumProtokol-BNN
(Red).
