Internasional || Kolocokronews
-Perdana Menteri Israel, , mengumumkan dimulainya operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat yang menargetkan Iran. Operasi tersebut diberi nama Operation Lions Rad dan disebut sebagai langkah strategis untuk menghadapi apa yang ia klaim sebagai ancaman serius terhadap keamanan Israel.
Dalam pidato video yang disampaikan dari Yerusalem pada Sabtu, 28 Februari 2026, Netanyahu menegaskan bahwa operasi ini tidak bersifat sementara. Ia menyatakan serangan akan terus dilakukan selama dianggap perlu hingga seluruh sasaran militer tercapai.
Israel, melalui Pasukan Pertahanan Israel (IDF), bersama militer Amerika Serikat disebut tengah menyerang sejumlah target strategis di Iran. Sasaran yang disebutkan meliputi fasilitas milik Garda Revolusi Iran serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal balistik yang dinilai berpotensi mengancam Israel dan pasukan AS di kawasan.
Netanyahu juga mengeklaim operasi kali ini memiliki skala dan kekuatan yang lebih besar dibanding serangan sebelumnya yang dikenal dengan nama Operation Rising Lion pada Juni 2025 lalu. Menurutnya, langkah terbaru ini dirancang dengan perencanaan matang dan koordinasi intensif selama berbulan-bulan antara militer Israel dan Amerika Serikat.

Pemerintah Israel menyebut operasi tersebut dijalankan dalam koordinasi penuh dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden . Kerja sama kedua negara disebut menjadi bagian dari strategi bersama dalam menghadapi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa serangan terjadi di sejumlah wilayah pada Sabtu pagi, termasuk area yang berada tidak jauh dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran, . Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut.
Situasi di kawasan Timur Tengah pun kembali memanas menyusul operasi militer ini, dengan perhatian dunia internasional tertuju pada perkembangan terbaru antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
(Red)
