Magelang || kolocokronews
Upaya pencarian terhadap pendaki asal Kabupaten Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet resmi dihentikan. Setelah berlangsung selama delapan hari tanpa membuahkan hasil, Tim SAR gabungan menutup operasi pencarian pada Senin malam (5/1/2026).
Selama pelaksanaan operasi, petugas tidak menemukan tanda-tanda keberadaan survivor maupun petunjuk baru yang mengarah pada posisi korban. Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, membenarkan penghentian operasi tersebut.
“Seluruh prosedur pencarian telah dilakukan secara maksimal. Operasi SAR resmi kami tutup hari ini, namun bisa kembali dibuka apabila ada informasi baru yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Chomsul saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Pananggungan, menjelaskan bahwa proses pencarian menghadapi sejumlah kendala berat. Faktor cuaca yang tidak menentu serta luasnya kawasan Gunung Slamet menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
“Gunung Slamet membentang di lima wilayah kabupaten, yakni Pemalang, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Brebes. Jalur pendakian serta percabangannya cukup banyak, sehingga menyulitkan penentuan perkiraan lokasi korban. Ditambah lagi kondisi medan yang terjal dan cuaca yang kerap memburuk,” jelas Bergas.
Diketahui sebelumnya, pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Kabupaten Magelang, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Hingga Jumat (2/1/2026) sore, korban belum berhasil ditemukan.
Syafiq melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Sejak laporan kehilangan diterima, Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang jalur pendakian meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Dengan ditutupnya operasi SAR, pihak BPBD mengimbau masyarakat dan para pendaki untuk selalu mengutamakan keselamatan serta mematuhi prosedur pendakian, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem.
(Red).
