Kabupaten Malang || kolocokronews
Percepatan realisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Malang Raya menunjukkan progres signifikan. Di balik capaian tersebut, peran sentral sebagai Dandim 0818/Malang-Batu menjadi motor penggerak di lapangan.
Momentum itu terlihat saat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, melakukan peninjauan ke KDKMP Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Minggu (15/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dandim Bayu tampil sebagai koordinator utama pengawalan program strategis nasional tersebut di wilayahnya.
Letkol Bayu menegaskan, Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden yang berorientasi pada penguatan ekonomi dari tingkat paling bawah.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan. UMKM harus terangkat, distribusi harus dipermudah, dan harga kebutuhan pokok harus lebih terjangkau,” tegas Dandim.
Menurutnya, di Kabupaten Malang terdapat 390 titik Koperasi Merah Putih dan 24 titik di Kota Batu. Hingga kini, progres telah mencapai sekitar 81 persen. Sebanyak 339 desa sudah menyerahkan lahan, 310 titik sedang dalam tahap pembangunan, dan 12 desa telah rampung 100 persen—termasuk Desa Randuagung yang kini diproyeksikan siap beroperasi bulan depan.
“Semua wilayah Kabupaten Malang dan Batu sudah kita sentuh. Pengawalan terus kita lakukan agar target operasional berjalan tepat waktu,” ujar Letkol Bayu.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim Bayu mendampingi langsung Mayjen TNI Trenggono saat mengecek kesiapan bangunan, sistem distribusi, serta manajemen operasional koperasi. Bahkan, koordinasi lintas desa dilakukan melalui zoom meeting untuk memastikan pembangunan di titik lain tidak mengalami hambatan.
Peran aktif Kodim 0818 dinilai mampu mempercepat proses, mulai dari tahap penyediaan lahan hingga progres pembangunan fisik.
“Kami memastikan tidak ada kendala berarti di lapangan. Semua bergerak bersama—TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat,” jelasnya.
Koperasi Merah Putih nantinya akan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, menjadi pusat distribusi barang subsidi, serta didukung armada logistik dari pemerintah pusat. Sistemnya pun dirancang berbasis digital untuk memangkas rantai distribusi dan menekan biaya.
Dengan kesiapan Randuagung sebagai salah satu titik yang telah rampung 100 persen, Dandim Bayu optimistis koperasi ini akan menjadi model penguatan ekonomi desa.
“Kita ingin koperasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari desa, kesejahteraan itu tumbuh,” pungkasnya.
Kunjungan berakhir dalam suasana kondusif. Di bawah pengawalan dan koordinasi intens Dandim 0818, Koperasi Merah Putih di Malang Raya semakin mantap melangkah menuju operasional penuh bulan depan.
(Red).
