Pendaki Asal Magelang Hilang di Gunung Slamet, Pencarian Memasuki Hari Keenam

Pemalang || kolocokronews
—Senin (05/01/2026) – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet masih terus dilakukan hingga hari keenam. Tim SAR gabungan bersama relawan menghadapi tantangan berat berupa cuaca hujan dan medan ekstrem di kawasan gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Pendaki yang hilang diketahui bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18), warga Magelang. Ia mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, setelah melakukan registrasi di Basecamp Cipadaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada 27 Desember 2025.

Dalam perjalanan menuju puncak, Himawan mengalami cedera sehingga tidak mampu melanjutkan pendakian. Syafiq kemudian berinisiatif turun untuk mencari bantuan. Namun, setelah itu ia tidak pernah kembali dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Himawan berhasil ditemukan oleh tim SAR pada 29 Desember 2025 dalam kondisi lemas di sekitar Pos 9, atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet. Ia segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Komandan operasi SAR menyampaikan bahwa area pencarian terus diperluas, termasuk ke luar jalur pendakian resmi. Langkah ini dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan Syafiq keluar jalur saat berupaya mencari sumber air. Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil pelacakan titik koordinat berdasarkan nomor IMEI ponsel yang dibawa survivor.

Di tengah cuaca yang tidak bersahabat, proses pencarian menjadi semakin berat. Bertahan selama hampir sepekan di kawasan Gunung Slamet dengan kondisi cuaca saat ini tentu bukan perkara mudah, terlebih dengan keterbatasan pengalaman dan logistik yang dibawa korban. Meski demikian, harapan agar Syafiq dapat ditemukan dalam keadaan selamat masih terus dipanjatkan oleh keluarga, rekan, dan masyarakat.

Terdapat pula fakta menarik yang terungkap dari keterangan Himawan. Awalnya, Syafiq berpamitan kepada keluarga untuk mendaki Gunung Sumbing, namun rencana tersebut berubah dan berujung pada pendakian ke Gunung Slamet. Selain itu, sebelum berangkat, Syafiq diketahui sempat memesan secara daring sebuah papan pesan bertuliskan, “Hi Mantan, Dapat Salam dari Gunung Slamet, 3.428 mdpl.” Papan tersebut rencananya digunakan untuk berfoto di puncak dan kini berada dalam bawaan Himawan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan matang, kesiapan fisik, serta perlengkapan yang memadai sebelum melakukan pendakian, khususnya di musim hujan.

Ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada seluruh unsur Tim SAR gabungan dan relawan yang terus berjibaku melakukan pencarian di tengah hujan, kabut tebal, dan medan yang berisiko tinggi. Doa dan harapan terbaik terus mengalir agar Syafiq Ridhan Ali Razan segera ditemukan.
(Red).

error: Content is protected !!