Malang || kolocokronews
Suasana Minggu pagi (22/02/2026) di kawasan TPS 3R Nawasena, Jalan Baran Tempuran, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terasa berbeda. Di tengah nuansa awal Ramadan 1447 Hijriah, semangat kepedulian lingkungan menyatu dalam aksi bertajuk “Tanam Kebaikan untuk Bumi”.
Kegiatan yang digagas Forum Malang Jurnalis (Ma-Ju) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan LPMK Cemorokandang ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Namun lebih dari sekadar seremoni, aksi tersebut menjelma menjadi simbol kepemimpinan yang mendorong gerakan nyata dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.
Di antara para tokoh dan elemen masyarakat yang hadir, sosok Ketua Srikandi (PP) Kota Malang, Kiky Titik Sundari, tampil menonjol dengan pesan kuat tentang makna Ramadan yang lebih luas.
Menurut Kiky, Ramadan bukan hanya tentang penguatan spiritual, tetapi juga momentum mempertegas kepedulian sosial dan ekologis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai ibadah secara utuh—tidak berhenti pada ritual, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata menjaga lingkungan.
“Menjaga bumi adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama. Apa yang kita tanam hari ini, bukan hanya pohon, tetapi juga harapan bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Bagi Kiky, perempuan—khususnya melalui peran Srikandi PP—memiliki tanggung jawab strategis dalam menggerakkan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Ia menilai aksi tanam pohon di kawasan TPS 3R Nawasena menjadi langkah konkret dalam membangun budaya peduli lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
Kehadiran Camat Kedungkandang, Plt Lurah Cemorokandang, Ketua LPMK, jajaran DLH Kota Malang, Kabid Pertanian Dispangtan, serta berbagai organisasi seperti Pasukan 08, Bahu Prabowo, Forkoma, INAKER, LIRA, KOBBER, APKLI, Indonesia Damai, dan Srikandi PP semakin menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci perubahan.
Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas organisasi maupun latar belakang. Semua bersatu dalam satu tujuan: menjadikan Kota Malang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kiky Titik Sundari pun menegaskan komitmen Srikandi PP Kota Malang untuk terus hadir dalam setiap gerakan sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. Baginya, kepemimpinan sejati adalah ketika mampu menggerakkan, merangkul, dan memberi teladan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk menahan diri dan berbagi. Hari ini kita belajar berbagi dengan bumi,” pungkasnya.
Aksi “Tanam Kebaikan untuk Bumi” pun menjadi pesan kuat bahwa dari kawasan TPS 3R Nawasena, lahir semangat baru—bahwa ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis dapat berjalan beriringan dalam satu gerakan kolaboratif.
(Red).
