Surabaya || kolocokronews
Rencana kedatangan kapal induk ke Indonesia pada Oktober 2026 menjadi sorotan publik maritim nasional. Kapal yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia itu diproyeksikan akan memperkuat postur pertahanan laut Indonesia setelah resmi diserahterimakan kepada TNI Angkatan Laut.
Informasi tersebut disampaikan oleh Rico Ricardo Sirait, Jumat (13/2/2026). Ia menjelaskan bahwa proses hibah tengah berjalan dan kapal induk legendaris milik Angkatan Laut Italia itu dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Oktober mendatang. Setelah seluruh tahapan administrasi, teknis, serta integrasi sistem rampung, kapal tersebut akan resmi menjadi bagian dari armada TNI AL.
Secara spesifikasi, Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180,2 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot atau setara kurang lebih 56 kilometer per jam. Performa tersebut ditopang sistem mesin penggerak yang dirancang untuk mendukung mobilitas tinggi dalam operasi laut terbuka.
Sebagai kapal induk, platform ini dilengkapi berbagai sistem persenjataan dan pertahanan. Di antaranya peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, hingga rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM. Kombinasi persenjataan tersebut menjadikan kapal ini tidak hanya berfungsi sebagai pembawa pesawat, tetapi juga memiliki kemampuan pertahanan mandiri yang cukup kuat.
Meski demikian, kapal ini tergolong senior. Giuseppe Garibaldi pertama kali diluncurkan pada 1983, sehingga usianya kini telah mencapai sekitar 42 tahun. Kendati berusia matang, kapal tersebut dinilai masih memiliki nilai strategis, terutama sebagai wahana pelatihan, pengembangan doktrin operasi laut, serta peningkatan daya gentar (deterrence) Indonesia di kawasan.
Kehadiran kapal induk ini diharapkan menjadi momentum penting bagi modernisasi alutsista TNI AL. Selain memperluas cakupan operasi maritim, langkah ini juga menandai semakin eratnya kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia di bidang teknologi serta penguatan kapasitas militer laut.
(Red)
