Headline

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu Terisolasi Akibat Bencana, Akses Darat Lumpuh Total

Tapanuli Tengah || kolocokronews
— Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir membuat kondisi Tapanuli Tengah kian memprihatinkan. Daerah ini menjadi salah satu yang terdampak paling parah oleh banjir dan longsor akibat curah hujan ekstrem, hingga membuat Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, terisolasi dan tidak dapat kembali ke wilayahnya.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun pribadinya, Masinton menceritakan bagaimana ia dan rombongan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terjebak longsor saat melintas di jalan raya Tarutung–Sibolga pada Selasa malam (25/11/2025). Longsor besar tiba-tiba menutup akses jalan, membuat rombongan tak dapat melanjutkan perjalanan.

“Empat mobil dinas yang bersama kami saat itu masih bisa putar balik. Namun satu mobil dinas yang digunakan Wakil Bupati terperosok dan tidak dapat bergerak. Mobil tersebut terpaksa kami tinggalkan dan kini tertimbun material longsor,” ungkap Masinton.

Meski seluruh rombongan dinyatakan selamat, kondisi akses menuju Tapanuli Tengah masih lumpuh total. Semua jalur darat dari berbagai arah—mulai dari Jalan Tarutung–Sibolga (Tapanuli Utara), Pakkat–Barus (Humbang Hasundutan), hingga Batangtoru–Pandan (Tapanuli Selatan)—dinonaktifkan akibat tertutup longsor maupun jembatan yang putus.

Saat ini, satu-satunya pintu masuk yang masih dapat digunakan menuju Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga hanyalah Bandara Pinangsori dan Pelabuhan Sibolga. Masinton mengimbau masyarakat maupun instansi yang hendak menyalurkan bantuan melalui jalur darat agar bersabar menunggu perbaikan akses.

“Perkiraan kami, dibutuhkan 2–3 hari lagi agar akses darat mulai bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Hingga kini, 21 korban jiwa yang tertimbun longsor di Desa Sibalanga, Adiankoting—wilayah Tapanuli Utara yang berbatasan langsung dengan Tapanuli Tengah—belum dapat dievakuasi lantaran medan yang masih tertutup material tanah dan batu.

Upaya penanganan darurat terus dilakukan tim gabungan. Sementara itu, masyarakat berharap kondisi segera membaik dan akses menuju Tapanuli Tengah kembali terbuka agar proses evakuasi serta penyaluran bantuan dapat berlangsung lebih cepat.
(Red).

error: Content is protected !!