Malang || kolocokronews
Hujan lebat yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Malang, Selasa (17/2/2026), berujung duka. Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun dilaporkan terseret arus drainase saat bermain air di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Informasi awal yang dihimpun dari Kantor Pencari dan Penolong Malang Selatan menyebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 13.45 WIB di kawasan RT 02 RW 01, tepatnya di sekitar Warung Barokah. Saat itu, empat anak tengah bermain di tepi jalan dekat saluran drainase yang debit airnya meningkat akibat hujan.
Sekitar pukul 13.30 WIB, mereka asyik bermain hingga tiga anak menyadari satu temannya tidak lagi terlihat. Mereka sempat saling bertanya dan berinisiatif mencari ke rumah korban untuk memastikan keberadaannya. Setelah diketahui korban belum pulang, orang tua segera melapor kepada pamong Desa Druju dan menghubungi anggota potensi SAR terdekat.
Korban diketahui bernama Okta Puji Raharjo (13), warga Dusun Krajan, Desa Druju. Hingga laporan diterima pukul 14.25 WIB, korban masih dalam status dalam pencarian (DP).
Tiga anak yang menjadi saksi peristiwa tersebut masing-masing berinisial Elang (13), Fajar (13), dan Maulid Billy (10), yang semuanya merupakan warga Desa Druju.
Begitu laporan diterima, unsur SAR langsung bergerak cepat. Koordinasi dilakukan dengan pamong desa, Babinsa Druju, pihak Polsek, serta relawan potensi SAR setempat. Setelah dipastikan kejadian terkonfirmasi, tim menggelar rapat terbatas dan memulai penyisiran awal di sepanjang aliran drainase.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian ini, antara lain MS Response, Muspika, KSR PMI, Pemerintah Desa Druju, Lintamal Rescue, Sobat Tolol Malang, serta RAPI. Dukungan peralatan juga telah disiapkan, mulai dari ambulans PMI dan desa, perangkat komunikasi, perlengkapan P3K, hingga peralatan water rescue.
Posko darurat didirikan untuk memusatkan koordinasi sekaligus mendukung kebutuhan logistik tim di lapangan. Meski cuaca terpantau gerimis, pencarian tetap dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai sepanjang saluran air. Warga sekitar juga turut membantu memberikan informasi dan dukungan moral bagi keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya saat musim hujan, terutama di sekitar saluran air dan drainase yang arusnya dapat berubah deras dalam waktu singkat.
(Red).
