Anniversary Perdana SMSI Malang Raya Jadi Momentum Penguatan Media Siber dan Profesionalisme Pers

Rate this post

Malang || kolocokronews
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya menandai satu tahun perjalanan kepengurusannya dengan menggelar peringatan anniversary di Warung Tani, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (11/05/2026).

Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan antar insan media, organisasi pers, forkopimda kota batu, malang dan kabupaten hingga unsur tokoh juga masyarakat.

Mengangkat tema “Makmur Karyanya, Mbois Gaungnya, Sae Beritanya”, momentum tersebut menjadi refleksi perjalanan organisasi sekaligus penegasan komitmen SMSI Malang Raya dalam memperkuat kualitas jurnalistik dan membangun ekosistem media siber yang sehat, profesional, dan independen di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.

Ketua panitia, Anang Tri Aji Nugroho, menyampaikan bahwa usia satu tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan awal dari penguatan solidaritas antar media siber di wilayah Malang Raya.

Menurutnya, SMSI hadir untuk menjaga marwah pers agar tetap independen, kredibel, serta bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada publik.
“Ini bukan hanya seremoni ulang tahun, tetapi juga momentum evaluasi dan penguatan langkah agar media tetap berjalan dalam koridor profesionalisme dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah bangsa dan negara,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, SMSI Malang Raya turut meluncurkan buku inspiratif berjudul “Bukan Sekadar Berita: Jalan Terjal dan Siasat Bisnis Pengusaha Media Siber Malang Raya”. Buku itu mengangkat dinamika perjuangan para pengelola media siber lokal dalam menghadapi tantangan industri pers digital yang terus berubah.

Karya tersebut ditulis oleh sejumlah insan pers Malang Raya, di antaranya Doi Nuri, Anang Tri Aji Nugroho, Dadang Dwi Tanto, Doni Kurniawan, Bety Sela Otavia, Arvendo Mahardika, Lilik Andayani, Heru Iswanto, M. Ayyub Al Ayyubi, dan Eko Dwi Yulianto.
Sementara itu, Doi Nuri menilai SMSI Malang Raya memiliki peran strategis sebagai ruang kolaborasi media-media lokal yang tumbuh secara mandiri tanpa bergantung pada perusahaan media besar.

Media lokal punya kekuatan besar jika bersatu dan saling mendukung. Kehadiran SMSI diharapkan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat potensi daerah,” katanya.

Ia juga mengungkapkan rencana SMSI Malang Raya untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Agustus atau September mendatang. Program tersebut ditujukan bagi wartawan muda maupun jurnalis yang belum memiliki sertifikasi profesi.

Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan jumlah wartawan kompeten di Malang Raya sehingga iklim jurnalistik menjadi lebih profesional, sehat, dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Doi menegaskan bahwa media seharusnya dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, bukan sebagai ancaman.“Media hadir untuk membantu pembangunan melalui informasi yang akurat, kritis, dan konstruktif,” tambahnya.

Sebagai informasi, Serikat Media Siber Indonesia merupakan organisasi perusahaan media siber nasional yang berdiri sejak 7 Maret 2017 dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers pada 29 Mei 2020. Organisasi ini juga tercatat sebagai salah satu organisasi media siber terbesar dengan ribuan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan anniversary pertama SMSI Malang Raya turut dihadiri unsur Forkopimda Malang Raya, Muspika Kecamatan Dau, jajaran organisasi pers, komunitas kepemudaan, hingga berbagai elemen masyarakat.

Acara kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar SMSI Malang Raya terus berkembang menjadi organisasi media yang solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pers di Malang Raya.
(Red).

error: Content is protected !!