Malang || kolocokronews
– Program dialog publik IDJEN TALK Radio Show Guide yang disiarkan oleh 911 FM Radio kembali menghadirkan diskusi menarik mengenai tata kelola pemerintahan. Mengangkat tema “Menjaga Profesionalitas di Tengah WFH”, talkshow yang berlangsung pada Senin (13/4/2026) dan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB ini dipandu oleh host Erika Rosa.
Dalam dialog tersebut, sejumlah narasumber hadir untuk membahas bagaimana kebijakan Work From Home (WFH) dijalankan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Mereka adalah Nurman Ramadansyah, Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Amarta Fasa, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Yana Safriyana Hijri, serta Amarta Faza yang turut hadir sebagai tamu dalam perbincangan tersebut.
Dipandu secara komunikatif oleh Erika Rosa, diskusi berlangsung hangat dengan menyoroti perubahan pola kerja aparatur sipil negara di era digital. Dalam kesempatan itu, Amarta Faza menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak boleh dimaknai sebagai penurunan standar kerja, melainkan sebagai perubahan cara kerja yang menuntut profesionalitas lebih tinggi.
Menurutnya, kinerja ASN saat ini tidak lagi hanya dinilai dari kehadiran di kantor, tetapi dari hasil kerja yang nyata dan target kinerja yang terukur. Setiap tugas, kata dia, harus memiliki indikator yang jelas agar dapat dievaluasi secara objektif.
“Kebijakan WFH harus dipahami sebagai perubahan cara kerja, bukan penurunan standar kerja. Kerja ASN hari ini diukur dari output yang jelas dan target kinerja yang terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Malang, Nurman Ramadansyah, menekankan bahwa dalam skema WFH pemerintah justru dituntut lebih transparan dalam pelayanan publik. Mulai dari jumlah masyarakat yang dilayani, durasi pelayanan, hingga kualitas layanan harus dapat diukur dan dipublikasikan.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Amarta Fasa, menambahkan bahwa penerapan WFH harus menjadi momentum lahirnya budaya kerja baru yang profesional, transparan, dan berbasis data. Setiap pekerjaan, menurutnya, perlu memiliki jejak digital dan sistem monitoring agar kinerja tetap terpantau meskipun dilakukan dari lokasi yang berbeda.
Di sisi lain, Yana Safriyana Hijri mengingatkan bahwa tidak semua sektor pemerintahan dapat menerapkan sistem kerja jarak jauh. Sejumlah layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus tetap berjalan optimal dengan kehadiran petugas di lapangan.
Layanan tersebut antara lain sektor kesehatan, administrasi kependudukan, perizinan, ketertiban umum, pendidikan, pelayanan pajak daerah, kebersihan lingkungan, hingga layanan darurat dan kebencanaan.
Para narasumber sepakat bahwa kebijakan WFH dapat berjalan efektif sepanjang tidak menurunkan kualitas pelayanan publik. Prinsip utamanya adalah memastikan bahwa kinerja ASN tetap terukur, profesional, dan berdampak nyata bagi masyarakat, di mana pun mereka bekerja.
Melalui dialog yang dipandu Erika Rosa tersebut, IDJEN TALK 911 FM kembali menjadi ruang diskusi yang mempertemukan perspektif pemerintah dan legislatif dalam membahas dinamika kebijakan publik serta upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
(Red).
