Malang || kolocokronews
– Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Dusun Kebonjati, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2026) sore. Momen Ramadan 1447 Hijriah menjadi semakin istimewa dengan digelarnya peresmian Masjid Cahaya Surga Tiga Belas yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.45 WIB hingga 18.50 WIB tersebut dihadiri sekitar 30 jamaah. Turut hadir dalam kesempatan itu pengelola masjid Gus Sugi Nur, Kepala Desa Klampok Jefry, Aiptu Amir selaku Bhabinkamtibmas Desa Gunungrejo, Briptu Krisna Bhabinkamtibmas Desa Klampok, serta Sertu Anton Babinsa Klampok tokoh agama dan masyarakat setempat
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan kultum menjelang berbuka, buka puasa bersama, salat Maghrib berjamaah, dan ditutup dengan doa. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana aman, lancar, dan kondusif.
Dalam keterangannya, Gus Sugi Nur menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan lantai atas masjid yang sebelumnya masih dalam tahap renovasi.
“Alhamdulillah, di Ramadan 1447 Hijriah ini kita kembali meresmikan Masjid Cahaya 13. Tahun lalu masih tahap renovasi lantai bawah, dan sekarang lantai atas sudah selesai sehingga bisa dimanfaatkan sepenuhnya sebagai rumah ibadah umat,” tuturnya.
Ia menegaskan, masjid tersebut dibuka selama 24 jam untuk siapa saja yang ingin beribadah, belajar, maupun melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Bahkan, pengelola menyediakan makanan sederhana secara gratis bagi jamaah yang menginap.
“Selama Ramadan ini kami juga menyediakan buka dan sahur gratis. Siapa pun yang datang kami persilakan. Ini rumah umat,” tambahnya.
Tak hanya itu, pada hari yang sama juga dimulai kegiatan pesantren kilat selama tiga hari. Sekitar 30 santri dari berbagai daerah, termasuk Surabaya dan Jakarta, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menariknya, terdapat pula warga negara asing asal Swiss—seorang ibu dan anak—yang singgah dan belajar di masjid tersebut.
Gus Sugi Nur berharap, ke depan Masjid Cahaya Surga 13 dapat menjadi ikon Desa Klampok, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang membawa manfaat luas bagi masyarakat sekitar serta mempererat tali silaturahmi.
Peresmian ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian umat mampu menghadirkan rumah ibadah yang terbuka, inklusif, dan memberi keberkahan bagi banyak kalangan.
(Red).
