Puluhan Tewas dalam Ambruknya Jembatan di Area Tambang Kalando, Kongo

Rate this post

LUALABA || Kolocokronews
– Tragedi maut terjadi di kawasan tambang Kalando, Provinsi Lualaba, Kongo bagian tenggara, pada Sabtu (15/11/2025), setelah sebuah jembatan penghubung di area pertambangan rakyat runtuh dan menewaskan puluhan orang.

Data awal menyebutkan sedikitnya 32 orang kehilangan nyawa. Namun, seorang pejabat lokal yang berbicara kepada Reuters mengungkapkan bahwa jumlah korban tewas sebenarnya mencapai 49 orang, sementara 20 lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Tambang rakyat—atau pertambangan artisanal—menjadi sumber penghidupan besar bagi warga lokal, mempekerjakan sekitar 1,5 hingga 2 juta orang, dan menopang kehidupan lebih dari 10 juta penduduk secara tidak langsung di seluruh Kongo.

Menurut keterangan Layanan Dukungan dan Pembinaan Pertambangan Skala Kecil Kongo (SAEMAPE), insiden bermula dari kepanikan massal. Kepanikan itu dipicu oleh tembakan yang dilepaskan anggota militer yang bertugas menjaga area tambang.

“Para penambang saling berdesakan dan bertumpuk satu sama lain, hingga menyebabkan banyak korban luka dan meninggal dunia,” ujar SAEMAPE dalam pernyataan resmi pada Minggu (16/11/2025).

Di sisi lain, Inisiatif Perlindungan Hak Asasi Manusia menuntut adanya investigasi independen terhadap dugaan keterlibatan aparat militer dalam insiden tersebut. Lembaga itu mengacu pada laporan yang menyebut terjadi bentrokan antara beberapa penambang dan personel militer sebelum jembatan ambrol.
(Red)

error: Content is protected !!