Malang || kolocokronews
– Suasana Lapangan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, berubah menjadi ruang nostalgia penuh warna saat Opening Pagentan Tempo Doeloe digelar meriah, Jumat (26/12/2025) sore. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif generasi muda dalam melestarikan budaya lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui UMKM.
Rangkaian acara diawali dengan persembahan seni tari tradisional yang memukau penonton. Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat tempo dulu dan menjadi simbol pembuka sebelum acara resmi dimulai. Alunan musik dan gerak tari berhasil menghadirkan nuansa klasik yang membawa pengunjung seolah kembali ke masa lampau.
Acara pembukaan turut dihadiri Camat Singosari Wellem S,Sos., Danramil 0818/26 Singosari yang diwakili Serma Rahmat selaku Babinsa Kelurahan Pagentan, Kapolsek Singosari yang diwakili Iptu Riswanto (Kanit Samapta Polsek Singosari), Lurah Pagentan Arga Kuncara S,Si. Bhabinkamtibmas Briptu Eiselin, serta Ilham selaku Ketua Panitia Pagentan Tempo Doeloe.
Ketua Panitia Ilham menjelaskan bahwa Pagentan Tempo Doeloe merupakan inisiatif pemuda Kelurahan Pagentan yang tergabung dalam komunitas “Pagentan Satu Hati”. Komunitas ini terinspirasi dari semboyan Kecamatan Singosari Satu Hati, dengan tujuan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya masa lalu melalui kreativitas generasi muda.
Camat Singosari Wellem mengapresiasi kekompakan dan semangat pemuda Pagentan yang mampu menghadirkan kegiatan bernilai edukatif dan ekonomis. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh positif bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi lokal.
Apresiasi serupa disampaikan Lurah Pagentan Arga Kuncara. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya unsur Muspika, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Pagentan Tempo Doeloe merupakan karya murni pemuda-pemudi setempat yang patut dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Pembukaan resmi Pagentan Tempo Doeloe ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Lurah Pagentan, disambut tepuk tangan dan antusiasme masyarakat. Setelah doa bersama, para tamu undangan berkeliling meninjau stan UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan warga, mulai dari kuliner tradisional hingga kerajinan lokal.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui Pagentan Tempo Doeloe, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Kelurahan Pagentan.
(Red)
