Luapan Bengawan Solo Rendam 1.706 Rumah di Lamongan, BPBD dan Pemprov Jatim Tingkatkan Kewaspadaan

Rate this post

Lamongan || kolocokronews
— Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo kembali melanda Kabupaten Lamongan. Hingga Senin (12/1/2026), genangan air tercatat berdampak pada 1.706 rumah warga yang tersebar di enam kecamatan, dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 80 sentimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, serta Kecamatan Lamongan. Dari enam wilayah tersebut, satu kecamatan dilaporkan mulai mengalami surut. Menurut Gatot, kawasan yang terendam merupakan daerah cekungan, sehingga rawan tergenang saat debit sungai meningkat.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), debit air Sungai Bengawan Solo terpantau mengalami kenaikan. Menyikapi kondisi tersebut, pengoperasian Pintu Air Kuro terus dimaksimalkan. Fasilitas pengendali banjir dan irigasi itu difungsikan untuk menyedot serta membuang air ke Sungai Bengawan Solo tanpa membuka pintu air, guna menekan potensi genangan yang lebih luas.

Sementara itu, pada Sabtu (10/1/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Dalam kunjungannya, Gubernur juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Khofifah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Meski demikian, ia menegaskan seluruh jajaran dan pemangku kepentingan diminta tetap siaga, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung sejak 5 Desember 2025. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan dan menekan risiko banjir susulan di wilayah rawan.
(Red).

error: Content is protected !!