BANJARNEGARA || kolocokronews
– Upaya pencarian dan penyelamatan terus dikebut di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, setelah longsor besar menerjang wilayah setempat pada Sabtu (15/11/2025). Meski akses mulai dibuka, puluhan warga masih belum bisa dijangkau tim di lapangan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sedikitnya 45 orang masih terisolasi di kawasan perbukitan yang tertutup material longsor. Jalan menuju lokasi terputus, membuat tim evakuasi membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik-titik terdampak.
“Petugas gabungan masih berupaya menembus area yang tertutup timbunan. Cuaca dan kondisi tanah yang labil menjadi tantangan utama,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Senin (17/11/2025).
Selain warga yang belum terjangkau, ratusan penduduk lainnya telah dievakuasi ke tempat aman. Sejumlah titik pengungsian telah dibuka, termasuk fasilitas darurat untuk menampung anak-anak, lansia, dan keluarga yang rumahnya rusak akibat longsor susulan.
BPBD Banjarnegara mencatat bahwa pergerakan tanah masih terjadi, membuat aparat harus berhati-hati saat melakukan penyisiran. Sejumlah alat berat dikerahkan, namun proses berjalan perlahan karena medan yang ekstrem.
Sementara itu, pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat mobilisasi logistik dan personel. Bantuan makanan, selimut, hingga layanan kesehatan mulai disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.
Hingga kini, tim SAR gabungan tetap fokus pada pembukaan akses serta pencarian korban yang belum ditemukan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat warga diminta tetap waspada terhadap potensi longsor lanjutan.
(Red).
