Dari Ziarah Ideologis ke Kerja Nyata, PDI Perjuangan Kota Malang Mantapkan Kepengurusan Baru

KOTA MALANG || kolocokronews

DPC PDI Perjuangan Kota Malang resmi memperkenalkan susunan kepengurusan baru periode 2025–2030 yang diproyeksikan menjadi penggerak utama kerja-kerja kerakyatan partai dalam lima tahun mendatang. Pengenalan struktur tersebut digelar pada Sabtu (3/1/2026) di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang.

Momentum ini terasa istimewa karena dilakukan setelah seluruh jajaran pengurus melaksanakan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar. Ziarah tersebut menjadi simbol peneguhan arah perjuangan sekaligus penguatan nilai ideologis yang menjadi fondasi gerak partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS, menegaskan bahwa ziarah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen ideologi partai. Menurutnya, PDI Perjuangan berakar kuat pada ajaran Marhaenisme Bung Karno yang menjadikan keberpihakan kepada wong cilik dan kaum marhaen sebagai ruh perjuangan politik.

“Nilai-nilai tersebut menjadi landasan moral sekaligus ideologis dalam setiap langkah organisasi dan kebijakan politik yang dijalankan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Peneguhan ideologi ini juga diarahkan sebagai bagian dari proses kaderisasi lintas generasi. DPC PDI Perjuangan Kota Malang memandang generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, sebagai subjek strategis perjuangan politik ke depan. Mereka diposisikan sebagai penerus estafet nilai-nilai Marhaenisme dalam menghadapi dinamika dan tantangan zaman yang terus berubah.

Karena itu, partai berkomitmen membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi kaum muda untuk terlibat aktif dalam kerja politik, pengorganisasian masyarakat, hingga perumusan gagasan dan kebijakan publik. “Kaum muda bukan sekadar objek mobilisasi, tetapi mitra strategis perjuangan,” tegas Amithya.

Struktur kepengurusan baru yang berjumlah 15 orang ini diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, melainkan mampu menjadi kekuatan politik yang benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk memahami, merespons, serta ikut mencari solusi atas berbagai persoalan warga Kota Malang, terutama kelompok masyarakat kecil, pekerja, dan mereka yang berada di pinggiran pembangunan.

Susunan Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Malang Periode 2025–2030:

Ketua:
• Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS

Wakil Ketua Bidang:
• Kehormatan Partai, Ideologi dan Kaderisasi: Drs. Agoes Marhaenta, MH
• Keanggotaan, Organisasi, Pemenangan Pemilu dan Sumber Daya: Harvad Kurniawan, SH
• Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan: Eko Herdiyanto, S.AP
• Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Reformasi Hukum: Sony Rudiwiyanto
• Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak: Septiana Dini Fitriani, SH., MH
• Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, UMKM, Ekonomi Kreatif dan Digital: Hengky Bayu Firmansyah, SH., MH
• Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, Hukum dan Advokasi: Yiyesta Ndaru Abadi, SH., MH
• Keagamaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Sugiono
• Pertanian, Pangan, Lingkungan Hidup dan Kelautan: Nurul Setyowati, SE
Sekretaris:
• H. Wanedi, S.Sos., M.AP
Wakil Sekretaris:
• Internal: Sugianto
• Program: Hj. Lea Mahdarina, ST., MT
Bendahara:
• Achmad Zakaria, S.Pd
Wakil Bendahara:
• Dra. Wiwik Sukesi, DR., M.Si

Dalam waktu dekat, DPC PDI Perjuangan Kota Malang juga akan memperkuat ikatan antara struktur partai dan masyarakat, termasuk dengan komunitas pemuda, pelajar, mahasiswa, serta kelompok kreatif. Seluruh program politik yang dijalankan diharapkan berangkat dari kebutuhan riil warga dan memberi dampak nyata.

Peran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang pun ditegaskan sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi rakyat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak pada kepentingan publik.

Ke depan, konsolidasi menyeluruh dengan seluruh elemen struktur partai dan dialog terbuka dengan simpatisan serta berbagai pemangku kepentingan akan terus dilakukan. Konsolidasi ini diarahkan untuk menyusun program-program unggulan yang terukur, menjawab tantangan kekinian seperti lapangan kerja, pendidikan, lingkungan hidup, hingga transformasi digital.

DPC PDI Perjuangan Kota Malang juga menegaskan bahwa disiplin organisasi, kesetiaan ideologis, dan etos kerja kerakyatan menjadi prinsip utama dalam menjalankan roda organisasi. Setiap kader dituntut menunjukkan keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan di lapangan.

Melalui pengenalan kepengurusan baru ini, DPC PDI Perjuangan Kota Malang meneguhkan tekadnya untuk menjaga marwah partai sebagai kekuatan politik yang membumi, inklusif lintas generasi, responsif terhadap persoalan rakyat, serta konsisten memperjuangkan keadilan sosial sesuai ajaran Bung Karno dan garis ideologis PDI Perjuangan.
(Red).

error: Content is protected !!