BMKG || Kolocokronews
Jumat, 26 November 2025 – Sejumlah daerah di pesisir barat Sumatra kembali dilanda banjir setelah cuaca ekstrem dipicu oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 95B dan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif. Fenomena ini meningkatkan potensi hujan deras, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Menurut penjelasan meteorologi, Bibit Siklon Tropis 95B merupakan sistem gangguan atmosfer yang meski tidak berdampak langsung seperti siklon tropis, tetap mampu memicu pertumbuhan awan hujan dalam skala luas. Dampaknya, curah hujan dapat meningkat signifikan di sejumlah wilayah, terutama Sumatra.
Sementara itu, IOD Negatif terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian timur Samudera Hindia lebih hangat dari biasanya. Kondisi ini menambah suplai uap air ke wilayah Indonesia bagian barat, sehingga potensi hujan lebat menjadi lebih besar dan berlangsung lebih lama.
BMKG memperingatkan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan masih dapat terjadi hingga 29 November 2025. Wilayah pesisir, termasuk Surabaya yang berdekatan dengan Selat Madura, turut merasakan dampak peningkatan uap air yang dapat memicu hujan lebat dan potensi air rob.
Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai, daerah rendah, atau dekat pesisir.
Di tengah bencana yang melanda, mari saling menjaga, memperkuat solidaritas, dan membantu saudara-saudara di Sumatra. Semoga seluruh warga terdampak diberi keselamatan, ketabahan, dan para korban yang masih dicari dapat segera ditemukan.
(Red).
