JAKARTA || kolocokronews
Jumat (30/1/2026) – Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, dan dimulai pukul 16.00 WIB.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa penetapan awal bulan suci Ramadan dilakukan dengan mengombinasikan metode perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyatulhilal).
Menurutnya, pendekatan integratif tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengakomodasi beragam pandangan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjaga ukhuwah dan persatuan umat Islam di Indonesia.
“Penggunaan hisab dan rukyat secara bersama-sama merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama untuk merangkul seluruh pendekatan yang ada, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima secara luas,” ujar Abu Rokhmad saat Rapat Persiapan Sidang Isbat Awal Ramadan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Sidang Isbat nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, ahli astronomi, hingga instansi terkait. Hasil sidang tersebut akan diumumkan secara resmi kepada publik sebagai acuan awal pelaksanaan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Dengan digelarnya Sidang Isbat ini, pemerintah berharap umat Islam dapat mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh ketenangan dan kebersamaan.
(Red).
