Rangkum Update : Konflik Memanas Iran Klaim Serang Kapal Induk AS dan Gempur Tel Aviv

Rate this post

International || kolocokronews
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim melakukan sejumlah serangan terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah meluncurkan serangan drone terhadap kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, ketika kapal tersebut mendekati kawasan strategis Selat Hormuz. Media pemerintah Iran pada Kamis (5/3/2026) melaporkan bahwa serangan tersebut terjadi saat kapal induk AS berada sekitar 340 kilometer dari perairan Iran.

Menurut klaim pihak Iran, serangan drone itu memaksa kapal induk bertenaga nuklir tersebut mundur dan menjauh lebih dari 1.000 kilometer dari wilayah perbatasan maritim Iran. Meski demikian, hingga kini pihak Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim tersebut.

Selain kapal induk, Iran juga mengaku menyerang sebuah kapal tanker minyak milik Amerika Serikat di Teluk Persia. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kebakaran setelah diduga ditabrak dan terbakar pada dini hari.

Iran menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya yang menenggelamkan kapal perang mereka. Ketegangan semakin meningkat setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat ke Iran jika situasi dianggap memerlukan langkah militer lebih jauh.

Pernyataan keras juga disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani. Melalui media sosial, ia menantang Amerika Serikat untuk mengirim pasukan ke wilayah Iran dan menegaskan bahwa militer Iran siap menghadapi segala kemungkinan.

Di sisi lain, konflik juga merembet ke Israel. Iran dilaporkan meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Tel Aviv pada Kamis malam. Beberapa ledakan terdengar di berbagai titik kota dan sempat memicu kebakaran di sejumlah bangunan, termasuk area dekat pusat perdagangan.

Warga setempat dilaporkan berlarian menuju bunker perlindungan saat sirene peringatan udara meraung. Meski demikian, otoritas Israel menyatakan belum menerima laporan korban jiwa dalam serangan tersebut.

Militer Israel mengklaim sebagian rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka, meskipun beberapa proyektil dilaporkan tetap mencapai wilayah daratan.

Dalam perkembangan lain, Amerika Serikat juga mengonfirmasi kehilangan beberapa drone tempur canggih MQ-9 Reaper selama beberapa hari terakhir di tengah meningkatnya konfrontasi dengan Iran. Tiga unit drone tersebut dilaporkan ditembak jatuh, meskipun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Iran sebelumnya mengklaim berhasil menembak jatuh drone tersebut ketika memasuki wilayah kendali pertahanan mereka.

Situasi semakin kompleks setelah sebuah bandara di Nakhchivan, Azerbaijan, diserang oleh drone tak dikenal. Azerbaijan menuding Iran berada di balik serangan tersebut, namun Teheran membantah keras tuduhan itu dan justru menuding Israel berupaya merusak hubungan diplomatik antar negara di kawasan.

Sementara itu, di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat dan Kanada juga mendeteksi dua pesawat militer Rusia jenis Tupolev TU-142 yang terbang di zona identifikasi pertahanan udara Alaska dan Kanada. Meski pesawat itu tidak memasuki wilayah kedaulatan kedua negara, militer Amerika Utara tetap mengerahkan jet tempur untuk memantau pergerakannya.

Di sisi lain, Iran juga mengklaim berhasil menembak jatuh drone Hermes milik Israel di wilayah Iran Barat. Puing-puing drone tersebut dilaporkan ditemukan di Provinsi Lorestan, meskipun Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara besar, sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, situasi masih terus berkembang dan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak di dunia.
(Red)

error: Content is protected !!