Surabaya || kolocokronews
Fenomena gerhana bulan total yang dinanti warga Surabaya pada Selasa (3/3/2026) malam tak dapat dinikmati secara langsung. Hujan deras yang mengguyur kota sejak sore menyisakan awan tebal yang menutup langit hingga malam hari, membuat momen “blood moon” luput dari pandangan.
Dosen Astronomi Fakultas Studi Islam dan Peradaban , Andi Sitti Mariyam, menjelaskan bahwa secara astronomis gerhana bulan total seharusnya mudah diamati karena bertepatan dengan fase purnama.
“Pada fase purnama, bulan terbit hampir bersamaan dengan matahari terbenam. Jadi mestinya sejak magrib sudah bisa mulai terlihat. Namun sejak petang langit Surabaya tertutup awan,” ujarnya saat ditemui di Rooftop At-Tauhid Tower Umsura.
Ia memaparkan, fase total gerhana berlangsung mulai pukul 18.04 hingga 19.02 WIB. Setelah itu, gerhana memasuki fase sebagian dan berakhir sekitar pukul 20.17 WIB.
Sayangnya, hingga mendekati akhir fase, kondisi langit tetap tidak bersahabat. Awan tebal menggantung tanpa celah, sehingga bulan sama sekali tak terlihat dari wilayah Surabaya, termasuk area kampus Umsura.
“Untuk wilayah ini, gerhana benar-benar tidak tampak karena tertutup awan,” katanya.
Tim pengamatan sebenarnya telah menyiapkan teleskop refraktor berdiameter 71 mm yang dipadukan dengan kamera DSLR untuk mendokumentasikan momen tersebut. Perangkat itu dinilai cukup mumpuni untuk menangkap detail permukaan bulan, termasuk kawah dan perbedaan kontras cahaya saat fase total.
“Kalau langit cerah, detail permukaan bulan bisa terlihat jelas dengan alat ini,” jelasnya.
Meski pengamatan visual gagal dilakukan, kegiatan tersebut tetap menjadi sarana edukasi astronomi bagi mahasiswa dan masyarakat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam observasi benda langit, faktor cuaca memegang peran krusial.
Fenomena gerhana bulan total memang bisa dihitung secara presisi melalui perhitungan astronomi. Namun, untuk menyaksikannya secara langsung, manusia tetap bergantung pada kondisi alam—dan malam itu, langit Surabaya belum bersahabat.
(Red).
