JADE Indopratama Tembus Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026, Harumkan Nama Malang di Industri Grafika

Rate this post

Malang || kolocokronews
Kota Malang kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional melalui prestasi pelaku usahanya di bidang industri percetakan. Rachmad Santoso, owner JADE Indopratama, berhasil masuk dalam jajaran Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026 pada ajang penghargaan yang digelar PrintPack Magazine bersama Masyarakat Grafika Indonesia.

Penghargaan tersebut menjadi capaian penting bagi JADE Indopratama yang telah berkarya selama 37 tahun di industri percetakan nasional. Perusahaan asal Malang itu dinilai berhasil menghadirkan inovasi bisnis, membangun sistem usaha yang kuat, sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri grafika di Indonesia.

Rachmad mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih. Ia mengaku tidak menyangka bisa bersaing hingga masuk dalam daftar 10 besar printerpreneur terbaik di Indonesia.

“Proses penilaiannya sangat ketat. Banyak aspek yang dinilai, mulai dari reputasi perusahaan, review, kontribusi terhadap industri, hingga bagaimana perusahaan menjaga kualitas bisnis dan memperhatikan karyawan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seleksi dilakukan dari ribuan perusahaan percetakan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 20 besar sebelum akhirnya ditetapkan 10 printerpreneur terbaik tahun 2026.

“Masuk 20 besar saja sudah menjadi kejutan bagi saya. Ketika akhirnya diumumkan masuk Top 10 nasional, tentu menjadi kebanggaan tersendiri karena Malang ikut dikenal lewat industri percetakan,” katanya.

Menurut Rachmad, pencapaian tersebut tidak lepas dari langkah transformasi besar yang dilakukan JADE Indopratama dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan mulai menggeser fokus bisnis dari commercial printing menuju sektor packaging yang dinilai memiliki peluang besar di masa depan.

Perubahan itu dilakukan seiring perkembangan teknologi digital yang berdampak pada industri percetakan konvensional. JADE Indopratama kemudian melakukan investasi besar-besaran, mulai dari pembaruan mesin produksi, penguatan infrastruktur, hingga penerapan sistem manajemen modern berbasis ERP.

“Kami melihat packaging memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Karena itu perusahaan mulai melakukan penyesuaian sistem dan pengembangan usaha secara menyeluruh,” ungkapnya.

Selain sektor packaging, JADE Indopratama juga mulai mengembangkan industrial printing seperti label printing dan rotary printing dengan sistem produksi yang lebih modern dan otomatis.

Meski persaingan industri grafika nasional semakin ketat, Rachmad menegaskan perusahaan tetap memegang dua prinsip utama, yakni kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.

“Produk dan servis tetap menjadi prioritas utama kami. Itu yang membuat perusahaan bisa terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri yang semakin kompetitif,” jelasnya.

Ia menilai penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas perusahaan ke depan. Menurutnya, keberhasilan yang diraih saat ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim JADE Indopratama.

“Saya hanya mengarahkan, tetapi semua tim di perusahaan inilah yang bekerja dan membuat semuanya bisa berjalan baik,” katanya.

Ajang Printerpreneur sendiri dikenal sebagai salah satu penghargaan paling bergengsi di industri grafika nasional. Setiap tahun, penghargaan ini diberikan kepada pelaku usaha percetakan yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, daya saing, serta kontribusi nyata terhadap perkembangan industri percetakan di Indonesia.

Masuknya JADE Indopratama dalam Top 10 Printerpreneur Indonesia 2026 sekaligus menjadi bukti bahwa pelaku industri kreatif asal Malang mampu bersaing dan mendapat pengakuan di level nasional.
(Red).

error: Content is protected !!