Malang || kolocokronews
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, aparat kepolisian berhasil menggagalkan peredaran uang palsu senilai Rp 94 juta yang sempat meresahkan warga Kota Malang. Tiga orang pelaku kini telah diamankan, sementara satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran petugas.
Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi menggunakan uang pecahan Rp100 ribu dengan kondisi fisik yang tidak lazim. Tekstur dan warna uang tersebut dinilai berbeda dari aslinya. Menindaklanjuti informasi itu, tim dari bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penangkapan pada Minggu malam (1/3/2026).
Dari hasil penggerebekan, polisi menyita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total nominal mencapai Rp 94 juta. Diduga, sebagian uang tersebut sudah sempat beredar di tengah masyarakat sebelum para pelaku diringkus.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol ,Putu Kholis Aryana, mengungkapkan bahwa momen menjelang Lebaran memang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Meningkatnya aktivitas jual beli dan tingginya perputaran uang tunai menjadi celah bagi oknum tak bertanggung jawab untuk menyisipkan uang palsu.
“Setiap menjelang Idulfitri, transaksi tunai meningkat signifikan. Kondisi ini sering dimanfaatkan untuk mengedarkan uang palsu. Kami ingin memastikan masyarakat tetap aman dan tidak dirugikan, terlebih di momen penting seperti Lebaran,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat menerima uang, terutama dalam jumlah besar atau saat kondisi ramai yang berpotensi membuat lengah.
Sementara itu, Kasatreskrim ,AKP Rakhmad Aji Prabowo menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan. Pihaknya tengah mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan dalam proses produksi uang palsu tersebut.
“Pengungkapan baru kami lakukan semalam. Kami masih mendalami apakah mereka hanya berperan sebagai pengedar atau juga bagian dari jaringan pembuat. Satu orang yang masuk daftar pencarian orang diduga memegang peran penting sebagai penghubung jaringan,” tegasnya.
Polisi memastikan akan terus memburu pelaku yang masih buron serta menelusuri kemungkinan peredaran di wilayah lain. Masyarakat pun diharapkan segera melapor apabila menemukan uang dengan ciri mencurigakan agar kerugian dapat dicegah lebih luas.
(Red).
